TribunKaltim/
Home »

Bisnis

» Makro

Rusia Tertarik Karet asal Indonesia, Akan Ditukar dengan Sukhoi

Komoditas karet menjadi salah satu yang tengah dikaji oleh pemerintah untuk imbal dagang dengan produk senjata Rusia.

Rusia Tertarik Karet asal Indonesia, Akan Ditukar dengan Sukhoi
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Pesawat Sukhoi TNI AU yang dipamerkan saat Dirgantara Expo 2017 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (20/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pemerintah Rusia tertarik dengan produk karet asal Indonesia.

Minat tersebut diutarakan Rusia menanggapi kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan imbal beli dengan negara produsen senjata.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan bilang, produk karet yang diminati itu adalah crumb rubber alias karet remah.

"Mereka tertarik di crumb rubber. Tapi belum kami putuskan," kata Oke, akhir pekan lalu.

Komoditas karet menjadi salah satu yang tengah dikaji oleh pemerintah untuk imbal dagang dengan produk senjata Rusia.

Menurut Oke, payung hukum dari jenis produk yang disepakati dengan mekanisme imbal dagang akan dibuat dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).

Dengan Rusia, produk yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia adalah pesawat tempur Sukhoi. Adapun nilai imbal dagang yang akan dilakukan dengan Rusia sekitar 600 juta dollar AS.

Atas kebijakan imbal dagang ini, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) merespon positif. Mereka berharap dengan skema imbal datang ini, maka akan terjadi perluasan pasar sehingga harga karet akan kembali melar setidaknya mencapai 6 dollar AS per kilogram (kg).

Sebab dalam tiga tahun terakhir harga karet dunia terus anjlok.

"Bila harga karet naik, maka petani karet kecil juga akan untung lantaran harganya terangkat," kata Dewan Penasehat GAPKINDO Asril Sutan Amir.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help