TribunKaltim/

Wabup Agus Tantomo Kumpulkan Dokter hingga Ahli Hipnoterapi, untuk Apa ya?

akhir-akhir ini dirinya memantau sejumlah kasus kenakalan remaja yang cenderung mengarah pada tindak pidana kriminal

Wabup Agus Tantomo Kumpulkan Dokter hingga Ahli Hipnoterapi, untuk Apa ya?
TRIBUNKALTIM.CO/GEAFRY NECOLSEN
Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah bersama para camat, lurah, ketua-ketua RT, tokoh masyarakat, aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, dokter hingga praktisi hipnoterapi untuk mengatasi kenakalan remaja yang cenderung mengarah pada tindakan kriminal. 

 Laporan wartawan Tribunkaltim.co, GEAFRY NECOLSEN

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menginisiasi pertemuan dengan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah bersama para camat, lurah, ketua-ketua RT, tokoh masyarakat, aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, dokter hingga praktisi hipnoterapi untuk mengatasi persoalan ini.

Diskusi terbuka yang digelar di kantor Satpol PP Berau, Selasa (16/5/2017) ini untuk mencari akar permasalahan sekaligus solusi untuk mengatasi kenakalan remaja.

Dalam diskusi tersebut, Agus Tantomo mengatakan, akhir-akhir ini dirinya memantau sejumlah kasus kenakalan remaja yang cenderung mengarah pada tindak pidana kriminal.

Menurutnya, kenakalan remaja seperti ini merupakan ‘virus’ yang harus diatasi sebelum menyebar dan menjadi persoalan sosial yang lebih parah. “Saya temui anak-anak itu, jawabannya seragam, (perilaku negatif) karena dipengaruhi teman-temannya. Ini semacam virus yang harus distop sebelum menulari anak-anak kita,” tegasnya.

Di Berau, kata Agus Tantomo terdapat orang-orang yang ahli menangani kasus kecanduan lem yang memicu kenakalan remaja, yang mestinya ikut terlibat mengatasi persoalan ini. “Kita punya ahli terapi, kita punya pondok pesantren untuk membina anak-anak ini sebelum melakukan tindakan yang lebih parah,” imbuhnya.

Dari hasil diskusi tersebut disimpulkan, anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan menyimpang serta merugikan orang lain, khususnya yang dibawah pengaruh zat adiktif akan diterapi oleh para tenaga kesehatan, sekaligus mengikuti pembinaan spiritual di pondok pesantren maupunpanti rehabilitasi.(*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help