TribunKaltim/

43 Ton Daging Sapi Beku Diedarkan Seharga Rp 80 Ribu/Kg, Turunkah Harga Daging Segar?

Rais menyatakan, walaupun daging sapi beku telah dipasok ke Kalimantan Utara tidak otomatis bisa menurunkan harga daging sapi segar

43 Ton Daging Sapi Beku Diedarkan Seharga Rp 80 Ribu/Kg, Turunkah Harga Daging Segar?
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ARFAN
Aktivitas pedagang daging sapi segar di Pasar Induk Bulungan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Salah satu langkah mencukupkan kebutuhan daging sapi di dalam daerah adalah mendatangkan daging sapi beku atau frozen meat.

Pasokan daging sapi segar yang dijual di pasar-pasar tradisional, selain terbatas juga harganya sangat tinggi. Di Tanjung Selor umumnya, harga daging sapi segar dibandrol seharga Rp 145 ribu per kilogram.

Rais Kahar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara menjelaskan, sudah hampir sebulan daging beku mulai didatangkan ke Kalimantan Utara. Total daging beku yang sudah masuk mencapai 43 ton. Seluruhnya didaratkan di Kota Tarakan.

"Ini untuk kebutuhan di Tanjung Selor juga. Di sini sudah ada agennya juga. Nanti didrop sesuai kebutuhan. Karena memang di sini belum ada cold storage. Gudangnya memang di Tarakan," sebut Rais saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (17/2017) pukul 14.51 Wita.

Per kilogram, daging sapi beku dibanderol seharga Rp 80 ribu. Ini sesuai dengan harga eceran tertinggi yang diberlakukan Kementerian Perdagangan RI secara nasional termasuk di Kalimantan Utara.

Rais menyatakan, walaupun daging sapi beku telah dipasok ke Kalimantan Utara tidak otomatis bisa menurunkan harga daging sapi segar sesuai harga HET Rp 114 ribu per kilogram. Kalau pun terkoreksi turun kata Rais, tidak terlalu signifikan. Persoalan utamanya adalah selera konsumen.

"Saya sempat menanyakan ke penjual coto. Kenapa mahal cotonya, karena katanya pakai daging sapi segar. Saya bilang, ada daging beku murah. Kami tidak mau pak. Mereka tetap mau daging yang segar. Sebetulnya kualitas sama saja," ujarnya.

Rais mengatakan, daging sapi beku pada dasarnya memang bukan untuk menurunkan harga daging sapi segar. Namun lebih kepada upaya antisipasi kekurangan ketersediaan daging sapi.

Solusi tepat untuk menurunkan harga daging sapi segar dengan jalan meningkatkan populasi. Populasi yang tinggi dipastikan dapat memberi pengaruh yang lebih besar untuk menurunkan harga. Adapun daging sapi beku menurut Rais tak bisa menjadi tumpuan terus-menerus.

"Kalau banyak populasi bisa kita banting harga. Daging beku hanya sifatnya temporer untuk tutupi kekurangan. Tidak bisa diandalkan terus. Kalau terus-menerus kapan peternakan di Kalimantan Utara maju. Sampai kapan ketergantungan. Jadi kuncinya harus menggenjot produksi dengan meningkatkan polulasi," ujarnya.

Ia menambahkan selama jalannya bulan Ramadhan dan jelang Lebaran, pasokan daging sapi begilu akan terus ditambah berdasarkan kebutuhan. Stok daging sapi beku langsung diminta oleh distributor kepada Bulog melalui rekomendasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help