TribunKaltim/

Perjalanan Umrah Bersama Jamaah ATM

Berebut Tempat Shalat di Taman Surga

SELAMA sembilan hari, Tribun Kaltim berkesempatan mengikuti perjalanan rohani ibadah umrah ke Tanah Suci bersama 180 jamaah

Berebut Tempat Shalat di Taman Surga
Tribun Kaltim
Ratusan jamaah umrah berebut shalat sunah di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah 

SELAMA sembilan hari, Tribun Kaltim berkesempatan mengikuti perjalanan rohani ibadah umrah ke Tanah Suci bersama 180 jamaah yang diberangkatkan Biro Perjalanan Haji dan Umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM). Banyak pengalaman spiritual yang didapat selama berada di Madinah maupun Masjidil Haram Mekkah.

ROMBONGAN jamaah umrah ATM kloter 45 berangkat dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju Jeddah menggunakan pesawat Garuda, Minggu (23/4). Sempat transit di Bandara Internasional Kualanamu Medan, setelah menempuh penerbangan selama 9 jam, jamaah umrah yang datang dari berbagai daerah tersebut tiba di Jeddah sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

Bagi sebagian besar jamaah menginjakkan kaki di Tanah Suci merupakan pengalaman kali pertama. Ada rasa haru, bersyukur campur bahagia karena bisa hadir memenuhi panggilan Allah menjalankan ibadah umrah. "Serasa tak percaya saya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci ini," ucap La Rasio, jamaah asal Balikpapan seraya meneteskan air mata.

Pria yang sudah lanjut usia ini mengaku rela menyisihkan uang pensiunnya untuk biaya berangkat umrah melalui ATM. Rasio yakin, rezeki yang digunakan untuk ibadah kelak akan mendapat ganti berlipat. Hal senada juga diungkapkan beberapa jamaah lainnya. Mereka bersyukur bisa mengikuti perjalanan umrah bersama keluarga dengan lancar.

Hari pertama hingga ketiga, jamaah umrah singgah di Kota Madinah, tempat Masjid Nabawi dan makam Rasulullah SAW serta para sahabatnya berada. Selama di Madinah, jamaah ATM menginap di hotel berbintang tak jauh dari Masjid Nabawi. Sesuai agenda yang telah disiapkan tim ATM dengan tour leader Ustad Mahyudin dibantu muthawif (tour guide), jamaah diajak ziarah ke tempat-tempat sejarah Nabi Muhammad SAW, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, dan kebun kurma.

Tentu tak ketinggalkan tempat yang paling ingin didatangi jamaah, yakni Masjid Nabawi yang di dalamnya ada raudhah (taman surga), makam Rasullullah, makam para istri dan sahabat Rasul. Berbaur dengan ribuan jamaah umat Islam yang datang dari berbagai penjuru dunia, jamaah umrah ATM pun larut dengan ibadah-ibadah di Masjid Nabawi.

Hampir setiap memasuki waktu shalat, masjid terbesar di dunia ini dipenuhi jamaah. Mereka datang dari berbagai negara. Salah satu tempat di lingkungan Masjid Nabawi yang diserbu jamaah adalah raudhah, selain melaksanakan shalat arbain dan ziarah ke makam Nabi. Nama lengkapnya adalah raudhatul janah atau taman surga. Di tempat itu dahulu Rasulullah sering duduk untuk membacakan wahyu dan mengajarkannya kepada sahabatnya.

Jammah pun rela berdesakan untuk bisa melaksanakan shalat dan berdoa di Raudhah, karena diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. Pantauan Tribun Kaltim yang ikut berdesakkan dengan jamaah lain, ratusan ribu jamaah melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi tiap harinya. Para tamu Allah itu tak pernah putus asa berjuang memasuki raudhah setelah mereka menunaikan shalat jamaah.

Akibat banyaknya jamaah yang berebut ini, pihak keamanan masjid menambah personel penjaga pengamanan. Para penjaga yang berseragam cokelat ini ditempatkan di pintu-pintu masuk ke dalam raudhah dan wilayah dalam raudhah berbatasan langsung dengan makam Rasulullah SAW.

Tak hanya itu, pemerintah Arab Saudi juga menambah kekuatan dari para khodimul haramain (pembantu Nasjid Nabawi) untuk mengawasi jamaah haji yang berbuat nyeleneh saat di raudhah dan makam Rasulullah.

Para petugas bersurban dan berjubah putih dengan rangkap baju seragam cokelat ini tak segan-segan menegur jamaah yang terlalu lama berdiam diri di dalam raudhah. "Ya Haj, silakan cepat bergantian. Jammah lain masih menunggu," kata salah seorang petugas dengan nada tinggi saat melihat para jamaah asal India dan Turki mengusap-usapkan tasbihnya di pembatas makam Rasululah dan berdoa menghadap makam.

Raudhah sendiri terletak di bagian kiri selatan masjid, kurang lebih 5 meter di belakang mihrab imam shalat fardhu Masjid Nabawi. Lokasi raudhah ditandai dengan warna karpetnya, yakni karpet putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan.

"Kami rela berdesak-desakan untuk bisa shalat di raudhah. Keutamaaan shalat di Masjid Nabawi 1.000 kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Sementara shalat di raudhah, tempat mustajab, doa kita akan dikabulkan Allah," ujar Syarkawi, jamaah asal Samarinda.

Untuk bisa mencapai raudhah, dia bersama jamaah lain dipandu muthawif harus antre sekitar dua jam. Ustad Mahyudin selaku tour leader jamaah ATM mengatakan, pihaknya siap mendampingi jamaah yang ingin menuju raudhah maupun tempat-tempat suci di Madinah maupun Mekkah.

"Kami siap melayani jamaah sebaik-baiknya, terutama yang ingin melakukan ibadah. Kecuali jika ada hal-hal yang sekiranya membahayakan keselamatan jamaah tentu kami akan mengingatkan. Tujuan utama kita adalah ibadah umrah," kata Mahyuding mendampingi Direktur Utama PT ATM H. Hamzah Husein. (son)

Penulis: Sumarsono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help