TribunKaltim/

Kalimantan Utara Masih Kekurangan 4.200 Ekor Sapi, Begini Dampaknya

hampir mustahil harga daging sapi segar yang dijual di pasaran bisa ditekan dari Rp 145 ribu per kilogram sekarang ini.

Kalimantan Utara Masih Kekurangan 4.200 Ekor Sapi, Begini Dampaknya
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ARFAN
Ratusan sapi dikarantina di Jl.Sabanar Lama, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemenuhan populasi sapi dengan kuantitas pemasukan atau pengadaan yang dilaksanakan sejuah diklaim masih jauh panggang dari api.

Rais Kahar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara mengatakan, provinsi bungsu Tanah Air ini kekurangan sapi sebanyak kurang 4.200 ekor.

Dengan keadaan yang demikian, hampir mustahil harga daging sapi segar yang dijual di pasaran bisa ditekan dari Rp 145 ribu per kilogram sekarang ini.

Per tahunnya, pengadaan sapi indukan hanya kurang lebih 200an ekor. Dengan target kelahiran sebanyak 70 persen pun kata Rais masih cukup berat mengejar kebutuhan populasi.

"Populasi kita masih jauh sekali. Sedangkan pengadaan paling 200 ekor. Ibaratnya masih jauh panggang dari api. Inilah masalah kita. Kebutuhan luar biasa tetapi pengadaannya kecil sekali," sebut Rais saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Rabu (17/5/2017) pukul 14.51 Wita.

Tahun ini ditargetkan sebanyak 2.500 ekor sapi akan diinseminasi buatan. Dengan asumsi kelahiran 70 persen, diharapkan lahir sapi baru sebanyak 1.750 ekor.

Tahun berikutnya kata Rais pengawinan sapi melalui proses inseminasi buatan akan ditambah menjadi 3.000 hingga 3.500 ekor.

Inseminasi buatan diakuinya menjadi cara efektif untuk menggenjot peningkatan populasi.

"Ini akan lebih efektif. Karena di samping pengadaan juga digenjot kawin suntiknya. Ini bisa meningkatkan populasi signifikan," ujarnya.

Namun kegiatan pengadaan dan inseminasi buatan diprediksi lebih signifikan jika angka kelahiran menyentuh 99 atau 100 persen.

"Kalau hanya 70 persen, masih berat. Kecuali kalau 100 persen, 5 tahun peningkatan populasi bisa kita kejar," sebutnya.

Tahun ini APBN melakukan pengadaan sapi sebanyak 23 ekor. Saat ini sedang dalam proses pengadaan di lapangan. Sapi tersebut akan disebar di Kabupaten Nunukan.

Tahun ini pula, APBD Kalimantan Utara juga mengadakan sapi sebanyak 224 ekor senilai Rp 2,6 miliar. Dalam waktu dekat ini kata Rais baru akan memasuki proses lelang.

Catatan Tribun, tahun 2014 populasi sapi di Kalimantan Utara mencapai 19.646 ekor. Kemudian tahun 2015 bertambah menjadi 21.018 ekor atau mengalami kenaikannya sebanyak 1.372 ekor. Kenaikan itu diakui Rais masih di jauh dari harapan. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help