TribunKaltim/

Merasa Dibohongi Ketua PN Balikpapan, Masa Kecewa Telat Hadiri Sidang Kasus Penodaan Agama

Ternyata sampai sini, sidang mulai jam 09.30 Wita. Jelas kami kecewa sebagai masyarakat yang ingin mengawal perkara ini,"

Merasa Dibohongi Ketua PN Balikpapan, Masa Kecewa Telat Hadiri Sidang Kasus Penodaan Agama
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Sejumlah perwakilan masyarakat yang kecewa tak menyaksikan sidang perdana kasus penodaan agama di Balikpapan saat bertemu dengan Ketua Mejelis Hakim, Aminuddin SH MH, Rabu (17/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sidang perdana kasus penodaan agama di Balikpapan menuai kekecewaan dari berbagai pihak. Puluhan masyarakat yang tergabung dari berbagai ormas islam mengaku kecewa tak bisa menyaksikan sidang tersebut.

"Senin (15/5/2017) lalu kami bertemu Ketua Pengadilan, yang mengatakan sidang bakal digelar hari ini (Rabu) jam 1 (13.00) sampai jam 3 (15.00). Ternyata sampai sini, sidang mulai jam 09.30 Wita. Jelas kami kecewa sebagai masyarakat yang ingin mengawal perkara ini," ujar Trimuji salah seorang perwakilan masyarakat.

Lanjut Trimuji, mereka curiga ada intervensi yang dilakukan pihak terdakwa kepada Pengadilan Negeri Balikpapan sehingga sidang dimulai pada pukul 09.30 Wita. "Kami takutnya ada indikasi intervensi pihak lain," selorohnya.

Puluhan masa yang kecewa tersebut beruntung difasilitasi pihak Pengadilan Negeri Balikpapan. Beberapa perwakilan mereka diberi kesempatan bertemu dengan Ketua Majelis Hakim, Aminuddin SH MH untuk menjelaskan duduk perkara.

"Yang menghadirkan terdakwa itu jaksa penuntut umum. Tadi semua pihak lengkap, ya saya mulai," kata Aminuddin.

"Tidak ada dimajukan, mungkin biasanya jaksa-kan siang datangnya. Mungkin keliru (Ketua PN). Tadi hanya pembacaan dakwaan, sidang kedua Selasa (23/5/2017) nanti," sambungnya.

Menurutnya, sidang tersebut terbuka untuk umum. Siapa saja berhak menyaksikan jalannya persidangan.

"Yang mau datang tak perlu pakai surat. Datang, duduk, dan tertib. Asal tak ada spanduk di ruang sidang. Mau berapapun silakan, asal kursi di dalam cukup," katanya.

Usai mendengarkan penjelasan Ketua Majelis Hakim di ruang tamu Ketua PN Balikpapan, massa akhirnya membubarkan diri. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help