TribunKaltim/

Perjalanan Umrah Bersama Jamaah ATM

Rindu Ingin Kembali Mencium Ka'bah

BAGI sebagian umat Islam yang pernah pergi ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah pasti merasa rindu Masjidil Haram

Rindu Ingin Kembali Mencium Ka'bah
Tribun Kaltim/Sumarsono
Ribuan jamaah umrah dari berbagai negara, termasuk jamaah umrah Arafah Tamasyah Mulia (ATM) berada di dekat Ka'bah. 

BAGI sebagian umat Islam yang pernah pergi ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah pasti akan merasa rindu dengan Masjidil Haram, khusus baitullah ka'bah. Tak terkecuali jamaah umrah kloter 45 yang berangkat bersama PT Arafah Tamsyah Mulia (ATM).

SETELAH melakukan ziarah dan ibadah di Kota Madinah, Rabu (26/4) sore, rombongan jamaah umrah ATM berangkat menuju Mekkah. Jarak tempuh dari Madinah ke Mekkah kurang lebih enam jam. Sesuai agenda, hari pertama di Mekkah, jamaah langsung menjalankan rangkaian ibadah umrah, yakni mulai thawaf, sa'i hingga tahalul.

Keluar dari hotel tempat menginap, para jamaah langsung mengenakan pakaian ikram. Dalam perjalanan sebelum memasuki Tanah Suci Mekkah, jamaah melakukan miqat di Masjid Bir Ali, yakni niat ikram dan shalat dua rekaat. Dipandu Ustad Maturidi selaku muthawif (tour guide), Tribun Kaltim bersama jamaah umrah kelompok 4 berniat ikram.

Setelah niat ikram, para jamaah pun wajib mengikuti rangkaian ibadah umrah serta menjauhi larangan-larangan selama ikram, seperti tak boleh memotong rambut, memotong kuku, berkata kotor hingga selesai tahalul.

"Setelah niat ikram berarti kita wajib mengikuti rangkaian umrah. Tidak boleh tiba berhenti menjalankan rukun umrah. Tolong diperhatikan juga larangan-larangan selama ikram. Jangan sampai kita terkena dam (denda)," ujar Ustad Maturidi asal Madura ini.

Selama dalam perjalanan para jamaah melantunkan talbiyah. Suasana hening dan khusuk. Rasa letih dan kekhusukan berdoa membuat sebagian jamaah tertidur hingga sampai Mekkah. Sekitar pukul 01.30 waktu Mekkah, rombongan jamaah umrah ATM tiba di hotel tak jauh dari Masjidil Haram.

Jamaah diberi kesempatan makan dan membersihkan diri, termasuk wudhu bagi yang batal di perjalanan. Tak menunggu lama, jamaah yang terbagi 4 kelompok dipandu muthawif masing- masing langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, sa'i dan tahalul.

Meski waktu sudah menjelang dini hari, ribuan jamaah dari berbagai negara memenuhi halaman Masjidil Haram. Siapapun yang melihat Masjidil Haram, hatinya akan bergetar, dan mengucapkan, Subhanallah.

Pintu Masjidil Haram sudah di depan mata. Warna keramik, lalu lalangnya jamaah umrah, baik pria maupun wanita, karpet masjidil haram, juga ornamen-ornamen di dalamnya terlihat dengan jelas. Setelah memasuki pintu Masjidil Haram dari pintu King Abdul Aziz, jamaah melewati deretan galon air zamzam. Di tengah Masjidil Haram, berdiri ka'bah dengan sejuta pesonanya. Terlihat juga kiswah hitam menyelubungi ka'bah. Berdegup jantung semua jamaah memandangnya.

Ustad Maturidi dan muthawif-muthawif dari travel ATM selalu mendampingi jamaah yang akan melaksanakan ibadah umrah. "Di depan kita adalah ka'bah, kiblat kita," tutur Ustad Maturidi. Jamaah pun langsung bertasbih mengucap kalimat talbiyah, bershalawat, dan sebagian menangis tanpa diminta.

Halaman
12
Tags
umrah
Kabah
Penulis: Sumarsono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help