TribunKaltim/

Perjalanan Umrah Bersama Jamaah ATM

Umrah Bukan hanya Bagi yang Mampu

TERKADANG kita bertanya, kapan melaksanakan ibadah umrah? Jawabannya, nanti kalau sudah punya uang banyak. Cara pandang itu ternyata salah.

Umrah Bukan hanya Bagi yang Mampu
Tribun Kaltim/Sumarsono
Jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia siap berangkat menuju Jeddah 

TERKADANG kita bertanya, kapan melaksanakan ibadah umrah? Jawabannya, nanti kalau sudah punya uang banyak. Cara pandang itu ternyata salah. Berangkat umrah tidak harus menunggu kaya dulu. Terpenting kuatkan niat menjemput ridha Allah dan mendapatkan syafaat dari Rasulllah SAW.

BELUM lama ini, sebanyak 181 jamaah umrah bersama Biro Perjalanan Haji dan Umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) Balikpapan. Jamaah umrah yang tergabung dalam kloter 45 ini terdiri dari berbagai suku, usia dan latar belakang ekonomi. Meski demikian, kebersamaan sangat terasa sejak berangkat dari Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan hingga selama berada di Tanah Suci.

"Alhamdulillah segala puji kita haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada saya dan keluarga berangkat umrah melakui ATM. Semua program ibadah dapat dijalankan dengan baik," kata Ustad Syarkawi, jamaah asal Samarinda.

Bagi dia, pelajaran penting yang didapat selain keutamaan pahala ibadah shalat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, banyak hikmah yang bisa diambil. "Cara pandang saya berubah 180 derajat, apalagi jika melihat jamaah dengan beraneka ragam suku dan usia yang berangkat di kloter 45 ini," ujarnya.

Hikmah lainnya, menurut Syarkawi, ternyata umrah bukan bagi yang mampu saja. Terpenting kuatnya niat dan keinginan menjemput ridha Allah dan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW. Selama ini jika bicara umrah kita sering mengatakan belum ada panggilan. Bagaimana panggilan Allah bisa datang jika kita tidak pernah berkeinginan mendaftar dan sungguh-sungguh berusaha membayar.

Melalui Tribun, pria yang pernah menjabat pimpinan cabang asuransi di Kaltim ini berbagi cerita, bahwa berkunjung ke Baitullah di masa sehat dan muda jauh lebih baik daripada menunggu usia tua. Sangat disayangkan jika sudah niat berangkat umrah ke Tanah Suci, ternyata begitu sampai malah sakit, tidak bisa menjalankan ibadah," tuturnya.

Kisah menarik juga disampaikan La Rasio, jamaah umrah asal Balikpapan yang sudah lanjut usia. Meski usia tak muda lagi, Rasio tetap semangat mengikuti seluruh rukun umrah. Bahkan dia tak pernah meninggal shalat jamaah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.

Rasio berangkat umrah dengan biaya sendiri. Dengan uang hasil pesangon setelah di-PHK dari tempatnya bekerja, dia nekat mendaftar umrah melalui PT ATM. "Meski pesangon tidak seberapa, saya sudah berniat untuk menyisihkan sebagian untuk umrah. Saya yakin rezeki Allah yang mengatur," ungkap Rasio lugu.

Di Tanah Suci, baik di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram ratusan ribu umat Islam dari berbagai penjuru dunia dan kalangan hadir memenuhi panggilan Allah. Tidak semua jamaah umrah selama di Tanah Suci tinggal di hotel. Sebagian rela tinggal di halaman masjid, bahkan di jalanan. Tujuan mereka hanya ibadah.

Tour Leader Jamaah Umrah PT ATM, Ustad Mahyudin mengatakan, ATM siap memfasilitasi umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah umrah. "Kami siap melayani jamaah. Alhamdulillah selama memberangkatkan jamaah umrah hingga kloter 45, berlangsung dengan baik. Sebagian besar jamaah mengaku puas dengan pelayanan ATM," ujarnya.

Seperti pemberangkatan jamaah umrah kloter 45 pada 23 April hingga 1 Mei kemarin, sejak dilepas di Bandara Internasional SAMS Balikpapan hingga kembali berlangsung lancar. Jamaah bisa melaksanakan ibadah umrah dengan baik dipandu para Muthawif yang profesional. Penginapan jamaah, baik di Madinah maupun di Mekkah juga tidak jauh dari Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Demikian juga dengan makan, selama di pesawat hingga di Madinah dan Mekkah jamaah terlayani dengan baik. Menu makan dengan mengikuti selera orang Indonesia membuat jamaah nyaman menikmati makan.

"Rasanya puas, kami bisa ibadah dan mengikuti agenda ziarah ke tempat-tempat sejarah Rasulullah. Meski ada kekurangan masih sebatas wajar," ungkap Rahman, jamaah asal Kampung Baru.

Lebih lanjut Ustad Mahyudin mengatakan, dalam waktu dekat ini, PT ATM meluncurkan program berangkat umrah cukup membayar Rp 16.950.000.

"Target jamaah yang akan diberangkatkan 1 juta orang. Insyaallah berangkat bulan November nanti. Yang berminat silakan menghubungi Kantor PT ATM di Gunung Malang, Balikpapan atau kantor cabang ATM di seluruh Indonesia," tandas Mahyudin. (son)

Penulis: Sumarsono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help