TribunKaltim/

Tim Penertiban Bakal Maraton Cabut IUP Non CnC, Pekan Depan Laporan ke Gubernur

Perusahaan yang IUP-nya masuk dalam kategori non CnC tetap memiliki keharusan menuntaskan kewajibannya, meskipun dicabut izinnya oleh pemerintah.

Tim Penertiban Bakal Maraton Cabut IUP Non CnC, Pekan Depan Laporan ke Gubernur
tribunkaltim.co/anjas pratama
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua Tim Penertiban Perizinan Pertambangan dan Mineral Batu Bara Kalimantan Timur, Rusmadi, menegaskan pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi menentukan pencabutan IUP non Clear and Clean (CnC).

Tim tersebut juga telah mengantongi data IUP yang bakal dicabut dari 826 IUP hasil verifikasi yang berpotensi dicabut sebelumnya.

"Ada beberapa yang perlu dilakukan evaluasi lanjutan. Kami belum bisa sampaikan, setelah kami laporkan dengan Pak Gubernur," kata Rusmadi saat ditemui di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (18/5/2017).

Seharusnya, Rabu (17/5/2017) kemarin pihaknya melaporkan hasil evaluasi kepada Gubernur melalui rapat pleno yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda).

Namun urung dilakukan. Pasalnya Gubernur dipanggil Presiden menghadiri acara Latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulaun Riau.

"Rencananya kemarin rapatnya itu, karena gubernur ada undangan Presiden di Natuna yang tak bisa diwakilkan, jadi kita tunda. Mudah-mudahan Minggu depan kita reschedule," ujarnya.

Rusmadi yang juga Sekprov Kaltim ini juga menyebut, nantinya pemerintah bakal melakukan pencabutan IUP non CnC secara maraton alias bertahap.

"Sudah ada jadwalnya. Kita ke Samarinda dulu, lalu Berau, Paser, PPU, Kubar, Kutim, dan terakhir Kukar," urai pria yang mengenakan kemeja merah tersebut kepada Tribun.

Rusmadi mengaku dalam proses verifikasi hingga evaluasi pihaknya sangat berhati-hati. Melihat dari sisi dokumen, aspek adminstrasi, kewajiban finansial, hingga kondisi lingkungan, apakah perusahaan menyelesaikannya atau tidak. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help