TribunKaltim/

Walau Dibuka Minimal Dua Minggu Sekali, Direktur RSUD Pastikan Pesan di Kotak Saran Jadi Perhatian

Dia mencontohkan adanya keluhan masyarakat ketika pengiriman obat dirasa terlalu lama.

Walau Dibuka Minimal Dua Minggu Sekali, Direktur RSUD Pastikan Pesan di Kotak Saran Jadi Perhatian
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Direktur RSUD Soemarno Sosroatmotjo dr Suryatan dan Ketua ORI Perwakilan Kaltara Ibramsyah berbincang tak jauh dari sebuah kotak saran di salah satu ruangan RSUD Soemarno Sosroatmotjo, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rombongan Ombudsman RI Perwakilan Kaltara menyambangi RSUD Soemarno Sosroatmotjo, Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor, Kamis (18/5/2017).

Dalam kesempatan tersebut, rombongan yang dipimpin langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara, Ibramsyah Amiruddin, meninjau ruang rawat inap, laboratorium, apotek, laundry, dapur dan beberapa fasilitas lainnya. Tampak mendampingi rombongan Direktur RSUD Soemarno Sosroatmotjo, dr Suryatan.

Dari sejumlah catatan, ORI menyoroti persoalan parkir dan kotak saran. Khusus untuk aduan masyarakat, penempatan kotak saran di masing-masing ruangan dinilai belum cukup.

Aduan-aduan masyarakat diharapkan bisa dikelola secara serius, satu pintu, oleh sebuah unit yang memang dikhususkan menangani masalah tersebut.

Direktur RSUD Soemarno Sosroatmotjo Tanjung Selor, dr Suryatan, mengaku menyambut baik kedatangan ORI Perwakilan Kaltara ke rumah sakit yang dipimpinnya.

Selama ini, papar Suryatan, kotak saran yang ada dikelola oleh masing-masing unit.

Biasanya, kotak-kotak saran yang tersebar di masing-masing ruangan ini akan dibuka minimal per 2 minggu. Selanjutnya, masukan-masukan yang ada dicatat dan akan dibawa ke dalam rapat manajemen.

"Bisa dua minggu sekali, bisa 3 minggu sekali, atau bisa 1 bulan sekali. Itu dilihat, akan dievaluasi apa yang menjadi keluhan masyarakat," katanya

Kedepannya, kata Suryatan, pihaknya akan selalu menjaga kualitas layanan kepada masyarakat, dengan menitikberatkan pentingnya komunikasi.

Dia mencontohkan adanya keluhan masyarakat ketika pengiriman obat dirasa terlalu lama.

Setelah ditelusuri kata dia, obat yang diminta ternyata harus diracik dan butuh waktu lama.

Jika mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), memang sudah tidak tercapai. Tapi kondisi seperti ini menurutnya berbeda dan tidak bisa dipaksakan. Dan hal-hal seperti ini menurutnya memang harus dijelaskan kepada masyarakat.

"Intinya, kita harus baik di komunikasi," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help