TribunKaltim/

Lihatlah Paus Plastik Ini, Mengingatkan Kita Betapa Kian Parahnya Pencemaran Laut!

Greenpeace bekerjasama dengan Dentsu Jayme Syfu membuat proyek seni berbentuk imitasi paus raksasa dari limbah plastik yang ditemukan di laut.

Lihatlah Paus Plastik Ini, Mengingatkan Kita Betapa Kian Parahnya Pencemaran Laut!
Boredpanda
Greenpeace bekerjasama dengan Dentsu Jayme Syfu membuat proyek seni berbentuk imitasi paus raksasa dari limbah plastik yang ditemukan di laut. 

TRIBUNKALTIM.CO - Publik belum lama ini dihebohkan dengan ditemukannya bangkai paus raksasa sepanjang 22 meter terdampar di tepi pantai Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Rabu (10/5/2017) sore.

Tak hanya penduduk Indonesia, warga internasional pun dibuat heboh dengan penemuan bangkai paus yang sebelumnya dikira cumi-cumi raksasa tersebut.

Sebagai bentuk menanggapi mengenai banyaknya makhluk raksasa laut terutama paus yang terdampar di tepi pantai membuat para pemerhati lingkungan menggelar aksi.

Aksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kian parahnya pencemaran air laut.

Seperti yang dilakukan oleh Greenpeace bekerjasama dengan Dentsu Jayme Syfu membuat proyek seni berbentuk imitasi paus raksasa dari limbah plastik yang ditemukan di laut.

paus plastik
paus plastik (boredpanda)

Baca: Hewan yang Terdampar di Seram Itu Paus, Bukan Cumi-cumi Raksasa, Ini Penjelasannya. . .

Dilansir dari laman Boredpanda, proyek ini terinsipirasi banyaknya paus yang terdampar di 30 titik pantai di Eropa selama tahun 2016 lalu.

Paus plastik ini memiliki panjang 22,2 meter dan lebar 3 meter.

Limbah plastik yang telah dikumpulkan tersebut dirancang sedemikian rupa oleh tim kreatif beserta seniman untuk membentuk paus yang realistis.

Paus plastik
Paus plastik (Boredpanda)

Baca: Temuan Bangkai di Seram, Ahli Ekologi: Postur Mirip Paus, Beberapa Organ Mirip Cumi-cumi

Halaman
12
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help