TribunKaltim/

8 Bangunan di Gunung Bahagia Ini Terancam Diratakan

Seharusnya eksekusi dilakukan 2012 lalu. Namun pihak tereksekusi melayangkan surat penolakan

8 Bangunan di Gunung Bahagia Ini Terancam Diratakan
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Pihak Pengadilan Negeri Balikpapan bersama Polri meninjau lahan seluas 8.239 meter persegi di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Jumat (19/5/2017) pagi.

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pihak Pengadilan Negeri Balikpapan bersama Polri meninjau lahan seluas 8.239 meter persegi di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Jumat (19/5/2017) pagi.

Peninjauan tersebut menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Eksekusi Rill yang dilakukan pihak Pengadilan, Polres Balikpapan dan pihak pemohon, Kamis (18/5/2017) kemarin di kantor PN Balikpapan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebelum ditetapkannya jadwal pelaksanaan eksekusi rill pengosongan lahan. Dilaksanakan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan tanggal 09 Mei 2017 Nomor E.22.2014. - 12/Pdt.G/2013/PN.Bpp yang ditandatangani Ketua PN Balikpapan, Ajidinnor.

"Pihak Pengadilan dan Polres melakukan peninjauan titik-titik lokasi yang mau dieksekusi," ujar Hendrik Daud (37) selaku pemohon, Jumat (19/5/2017).

Sebanyak 8 bangunan permanen, yang terdiri dari rumah, bengkel, dan bangunan pertokoan bakal dilakukan pengosongan di lahan 8.239 meter persegi yang terletak di Jalan Manunggal RT 59 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Pasalnya bangunan yang berdiri di lahan tersebut bermasalah demi hukum.

"Berdasarkan keputusan MA (Mahkamah Agung) tahun 2011, kami yang menang. Dari sana sudah turun itu perintah pengosongan lahan, tapi sampai sekarang molor dan tersendat pelaksanaannya," ujar Hendrik.

Lanjut Hendrik, putusan MA dengan Nomor 2663 K/Pdt.2009 berkekuatan hukum tetap. Sehingga tak ada ruang hukum bagi pihak tergugat melakukan upaya hukum lainnya.

Lalu pihak Pengadilan Negeri Balikpapan sebagai eksekutor, diminta agar segera melakukan eksekusi di lahan tersebut.

"Seharusnya eksekusi dilakukan 2012 lalu. Namun pihak tereksekusi melayangkan surat penolakan eksekusi ke PN Balikpapan. Diterima lalu perkara ini berlarut-larut hingga kini. Keputusan MA kan inkrah, mas. Sudah mentok ndak bisa lagi," ungkapnya.

"Tapi kami bersyukur, kemarin pihak PN melakukan koordinasi dengan aparat keamanan perihal eksekusi. Setelah peninjauan ini, kami tinggal menunggu tanggal penetapan eksekusi dari pihak PN," sambungnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help