TribunKaltim/

Roy Pegang Alat Bukti Perintah Pembayaran Bank Tanah Samarinda

Perkara Bank Tanah Samarinda pernah diusut Kejati Kaltim saat Kejati Kaltim dijabat Dachamer Munthe.

Roy Pegang Alat Bukti Perintah Pembayaran Bank Tanah Samarinda
Net/Google
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua tersangka proyek pengadaan Bank Tanah di Jalan Kadrie Oening, AI dan M dicecar 20 pertanyaan lebih saat diperiksa jaksa Pidana Khusus Kejari Samarinda.

Jaksa mendalami proses tahapan pembayaran lahan yang diakui milik tersangka TDH, sekitar Rp 15 miliar tahun 2004 sampai 2006.

Tersangka ‎AI tercatat sebagai mantan Kabag Perlengkapan/yang melaksanakan kegiatan bank tanah/PPK).

Tersangka AI dalam SK Tim Pengadaan Bank Tanah sebagai Sekretaris Tim Inti dan M mantan Kasubsi Distribusi dan Penyimpanan Bagian Perlengkapan/PPTK).
‎‎
Penasihat hukum dua tersangka Roy Hendrayanto mengungkapkan, hasil pemeriksaan kliennya mempertanyakan perannya terkait mekanisme pembayaran saat itu memiliki dasar atau bukti bahwa ada perintah (memo).

"Itu ada dasar dalam proses pembayaran. Jadi tidak serta merta klien saya Pak AI dan Pak M yang memerintahkan. Keduanya, hanya menjalankan tugasnya sebagai tim yang ditunjuk oleh walikota melalui surat keputusan," jelas Roy, usai mendampingi kliennya diperiksa di Kejari Samarinda, Jalan M Yamin, Kamis (18/5/2017).

Menurut dia, jika Pemkot Samarinda membeli tanah di Jalan Kadrie Oening, seharusnya ada advis atau saran dari Bagian Hukum Pemkot Samarinda kepada Tim ‎Pengadaan Bank Tanah.

"Klien saya hanya menjalankan tugas. Bukan pemegang kewenangan atau otoritas di tim. Ini harus buka demi kebenaran dan keadilan untuk klien saya dan perkara ini," tegas Roy, ‎yang dikenal sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Perkara Bank Tanah Samarinda pernah diusut Kejati Kaltim saat Kejati Kaltim dijabat Dachamer Munthe.

Perkara Bank Tanah sudah tahap penyidikan dengan menetpkan tiga tersangka. Kemudian mengendap dan dibiarkan.

Saat Kejati Kaltim dipimpin Achmad Djaenuri beralih ke Abdoel Kadiroen, kembali diusut. Namun belakangan perkara itu dihentikan. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help