TribunKaltim/

Satu Keluarga Kompak Bisnis Narkoba, Anak Ketangkap Ibu-Bapak Masih Buron

Dia (Akbar) ini anak tiri daripada HW, nah si HW ini istri daripada bandar berinisial HS. Makanya mereka nasih ada ikatan keluarga.

Satu Keluarga Kompak Bisnis Narkoba, Anak Ketangkap Ibu-Bapak Masih Buron
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Kepala BNN kota Balikpapan AKBP Halomoan Tampubolon didampingi Kasat Resnarkoba AKP Jan Manto Hasiholan bersama 3 tersangka berikut barang bukti di kantor BNN Balikpapan, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Fakta menarik terungkap usai BNN bersama Satresnarkoba Polres Balikpapan mengamankan 3 warga yang terlibat dalam jaringan utama sabu di Balikpapan, Kamis (18/5/2017). Salah satu tersangka, Akbar merupakan anak dari bandar sabu kelas atas berinisial HS dan HW.

"Dia (Akbar) ini anak tiri daripada HW, nah si HW ini istri daripada bandar berinisial HS. Makanya mereka nasih ada ikatan keluarga. Saya bersama Kasat Narkobaakan terus buru 2 orang ini, sampai tuntas," beber Kepala BNN Kota Balikpapan Halomoan Tampubolon, Jumat (19/5/2017) di kantornya.

Dari pengakuan tersangka, rumah di Jalan Sultan Hasanuddin RT 35, Gunung Bugis Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat dijadikan tempat transaksi sabu. Sekitar 2 tahun mereka melakukan bisnis jual beli sabu, yang belakangan diketahui merupakan rumah keluarga, sejak tahun 2015 lalu.

Barang haram yang dijual Akbar berasal dari HW yang tak lain merupakan ibu tiri tersangka yang saat ini jadi buronan aparat bersama ayahnya berinisial HS.

"Selain pengedar dia juga penghubung jaringan HS dan HW. Narkoba yang didapat Akbar dititipkan ke Ita dan Sappe untuk dijualkan," kata Tampubolon.

Biasanya sang Bandar, HW memberi 10 gram sabu kepada 3 tersangka tersebut untuk dijualkan. Akbar bertugas mencacah sabu tersebut menjadi paketan yang dijual mulai dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta kepada pelanggannya.

"Ita dan Sappe menjual narkoba tersebut, hasilnya diserahkan kepada Akbar. Lalu Akbar memberikan ke HW. Menerima upah, ia lalu membayar Ita dan Sappe," ungkapnya.

Sementara salah seorang tersangka, Akbar mengaku 10 gram sabu yang mereka terima dari HW ludes terjual hanya dalam waktu 4 hari. "Tiga sampai 4 hari habis. Kalau habis ambil lagi barangnya. Kalau 10 gram habis terjual bisa dapat 15 sampai 17 juta," tutur Akbar saat digelar di kantor BNN Kota Balikpapan.

Pemberitaan sebelumya, ketiga tersangkaAkbar bin Senong, Ita binti Nawawi dan Sappe Bahri diamankan di sebuah rumah di Jalan Sultan Hasanuddin RT 35, Gunung Bugis Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.

Pengungkapan bermula saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas jual beli narkoba di rumah tersangka. Benar saja, saat dilakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 4 paket sabu. Terdiri dari 2 paket kecil dan 2 paket besar dengan total berat bruto 8,1 gram.

"Ketiganya masuk dalam jaringan utama peredaran narkoba di Balikpapan," kata Kepala BNN Kota Balikpapan, AKBP Halomoan Tampubolon, Jumat (19/5/2017).

Selain sabu, petugas juga mengamankan uang senilai Rp 37.171.000 yang merupakan uang hasil penjualan sabu ketiga tersangka. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help