TribunKaltim/

Tak Berhenti di Sabah, WWF Sebut Perburuan Gajah Berpotensi Masuk Nunukan

Gading gajah dibawa MRA dari Tawau, Malaysia yang hendak diselundupkan ke Flores, Nusa Tenggara Timur.

Tak Berhenti di Sabah, WWF Sebut Perburuan Gajah Berpotensi Masuk Nunukan
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda, Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Kalimantan, membeber gading gajah hasil tangkapan di Nunukan, Selasa (9/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Human-Elephant Conflict Mitigation WWF Indonesia’s Officer Kalimantan, Agus Suprayitno menilai, maraknya perburuan gading gajah di Malaysia berpotensi masuk hingga ke wilayah Kalimantan di Indonesia.

Meskipun, kata dia, sejauh ini investigasi tim World Wide Fund for Nature (WWF) belum menemukan aktivitas perburuan gajah di wilayah habitat gajah di Kabupaten Nunukan.

Beberapa bulan belakangan ini petugas telah menggagalkan penyelundupan beberapa potong gading gajah yang berasal dari Negara Bagian Sabah, Malaysia. Gading gajah hendak diselundupkan ke Nusa Tenggara Timur melalui Kabupaten Nunukan.

Terkait hal itu, Agus menyebutkan, pihaknya meminta kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan untuk memastikan, apakah gading gajah yang diselundupkan berasal dari jenis gajah Borneo (Elephas Maximus Borneensis) atau Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) atau berasal dari daratan Asia lainnya?

“Perlu uji DNA untuk melihat, apakah penyelundupan gading ini berkaitan dengan sindikat perdagangan internasional atau tidak. Supaya ada tindak lanjut lebih jauh,” ujarnya, Jumat (19/5/2017).

Pihaknya juga meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepolisian untuk memproses hukum pelaku penyelundupan gading gajah.

"Ini untuk efek jera dan memberikan pelajaran bersama bahwa membawa, menyimpan, atau memperdagangkan gading gajah merupakan perbuatan yang melanggar hukum,” ujarnya.

Menurut data WWF Indonesia, individu gajah Kalimantan populasinya diperkirakan mencapai 20 sampai 80 ekor. Sedangkan populasi gajah di wilayah Sabah Malaysia estimasinya lebih dari 1.500 ekor.

Mengacu pada data Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, pada 13 Januari 2017 terjadi penyelundupan lima potong gading gajah yang digagalkan petugas Bea dan Cukai melalui X- Ray Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Gading gajah dibawa MRA dari Tawau, Malaysia yang hendak diselundupkan ke Flores, Nusa Tenggara Timur,

Selanjutnya 3 Mei 2017, penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan didukung Satreskrim Polres Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan 2 gading gajah.

Pada 13 Mei 2017, Bea dan Cukai Nunukan Kembali mengungkap kasus penyelundupan gading gajah sebanyak 4 potong yang dibawa FLM ke Lembata NTT.

Terakhir pada Senin (15/5/2017), petugas Bea dan Cukai kembali mengamankan satu potong gading gajah seberat 10,5 kilogram. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help