TribunKaltim/

Perusahaan Merasa Tak Pernah Dapat SP 1, Kepala Dinas Klarifikasi Pernyataan

"Tadi staf saya baca berita online di Tribun, ditunjukkan ke saya. Kita merasa belum pernah mendapat SP 1," ujarnya.

Perusahaan Merasa Tak Pernah Dapat SP 1, Kepala Dinas Klarifikasi Pernyataan
TRIBUNKALTIM.CO/DOAN PARDEDE
Bupati Bulungan Sudjati dan Wakil Bupati Ingkong Ala melakukan panen di salah satu kebun plasma yang ada di Kabupaten Bulungan, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Manajemen PT PT Bulungan Surya Mas Pratama (BSMP) merasa keberatan perihal akan dilayangkannya Surat Peringatan (SP) 2 karena dinilai tidak memenuhi kewajiban kebun plasma kepada masyarakat.

Penerbitan SP 2 tersebut berdampak Izin Usaha Perkebunan (IUP) kelapa sawit terancam dibekukan atau dicabut,

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan M Iqbal yang ditemui usai rapat Evaluasi Perusahaan Besar Swasta (PBS) di kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Jumat (19/5/2017), menyebut bahwa terkait kewajiban kebun plasma, dari total 26 perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Bulungan, ada 3 perusahaan yakni PT Bulungan Surya Mas Pratama (BSMP), PT Synergy Agro Resource, PT Alam Hijau Makmur, yang cukup menyita perhatian.

Perusahaan-perusahaan ini menurutnya sudah diberi Surat Peringatan (SP) 2.

Jika tetap bandel, tidak menutup kemungkinan IUP perusahaan-perusahaan ini akan dibekukan atau dicabut. Secara keseluruhan, kata Iqbal, hasil evaluasi ini akan disampaikan ke Bupati Bulungan.

Rudi, Direktur PT BSMP kepada Tribunkaltim.co, Jumat (19/5/2017) malam merasa tak pernah menerima Surat Peringatan (SP) 1. Memang menurutnya, luasan kebun plasma yang sudah ada masih belum sesuai ketentuan yang ditetapkan Permentan Nomor : 26 Tahun 2007 Tentang Pedoman Perijinan Usaha Perkebunan.

"Tadi staf saya baca berita online di Tribun, ditunjukkan ke saya. Kita merasa belum pernah mendapat SP 1," ujarnya.

Belakangan Iqbal meralat dan menyebut bahwa hanya ada dua perusahaan yang baru akan dilayangkan SP 2 yakni PT Alam Hijau Makmur dan PT Synergy Agro Resource.

Sementara untuk PT BSMP, belum pernah mendapatkan SP 1 karena sudah ada upaya untuk membangun kebun plasma.

"Karena sudah ada plasma pada BSMP. Cuma belum mencukupi sesuai Permentan yaitu 20 persen," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help