TribunKaltim/

Trans Kalimantan

Tegaskan Pontianak Aman dan Kondusif, Wakil Walikota Minta Warga Tak Sebar Kabar Hoax

Edi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan berita-berita dan informasi hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tegaskan Pontianak Aman dan Kondusif, Wakil Walikota Minta Warga Tak Sebar Kabar Hoax
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Massa aksi damai Bela Ulama 205 saat longmarch dari Masjid Raya Mujahidin, menuju Mapolda Kalbar, Sabtu (20/5/2017) sekitar pukul 13.21 WIB. 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan kalau situasi Kota Pontianak aman dankondusif.

"Situasi Kota Pontianak aman dan kondusif, tidak ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ucap Edi Kamtono, memastikan keadaan Kota Khatulistiwa aman terkendali, Sabtu (20/5/2017) malam.

Selain itu Edi mengatakan dan menegaskan situasi kota aman, dan ia sebutkan masyarakat harus percayakan pada aparat TNI dan Polri yang memiliki kewenangan.

Ia juga meminta seluruh masyarakat tidak terprovokasi. Ia memastikan situasi di Kota Pontianak aman-aman saja.

Edi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan berita-berita dan informasi hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Diminta kepada pengguna Medsos untuk tidak berkata yang kasar dan memprovokasi serta bijak membaca berita," pintanya.

Berharap Tetap Aman

Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, Sukiryanto berharap Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya untuk tetap aman, damai dan terkendali.

"Saya harap semoga Kalbar tetap aman, damai dan terkendali sehingga roda perekonomian juga seiring berjalan dan meningkat dengan baik," katanya, Sabtu (20/5/2017) saat dihubungi Tribun Pontianak.

Ia pun mengimbau kepada kepada pihak yang bertikai agar mengedepankan musyawarah mufakat dalam semua hal.

"Karena setiap permasalahan pasti ada jalan penyelesaiannya, mari kita jaga keamanan Kalbar ini bersama-sama, karena Kalbar ini adalah milik kita bersama," harapnya.

Sukiryanto pun berharap semoga para tokoh dan ketua-ketua dari pihak yang bertikai bisa duduk satu meja dan bisa difasilitasi pemerintah demi terciptanya perdamaian di Kalbar. (Tribun Pontianak)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help