TribunKaltim/

Guna Kelabui Polisi, Dua Pelaku Pembalakan Liar Tenggelamkan Kayu

Kesadaran masyarakat untuk membantu petugas dalam mengungkap kasus ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera

Guna Kelabui Polisi, Dua Pelaku Pembalakan Liar Tenggelamkan Kayu
HO - Satreskrim Polres Kutai Barat
Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil mengungkap kasus pembalakan liar yang dilakukan oleh dua warga Kutai Kartanegara, Senin (22/5/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, KUTAI BARAT - Satreskrim Polres Kutai Barat (Kubar) berhasil mengamankan pelaku kasus pembalakan liar.

Dua pelaku yang berhasil diamankan, yakni berinisial AR dan AB, yang merupakan warga kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain mengamankan pelaku, kepolisian juga mengamankan kurang lebih 100 kayu potong bulat berbagai jenis, diantaranya meranti, kruing, meranti merah, nangka air dan rimba campuran, yang diperoleh pelaku dari Kabupaten Mahakam Hulu.

Pengungkapan kasus tersebut tak lepas dari adanya informasi masyarakat, yang mengatakan melihat perahu ces tengah menarik kayu bulan, Selasa (16/5/2017) silam.

"Pengungkapan kasus pembalakan liar ini juga tidak terlepas dari informasi masyarakat dan kepedulian masyarakat untuk mencegah terjadinya perambahan hutan secara ilegal di kawasan  Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Baca: Polsus Masih Temukan Pembalakan Liar di Hutan Lindung, Bahkan Penebangan Dilakukan Siang Hari

Baca: Polisi Kesulitan Ungkap Dua Kasus Pembalakan Liar di HLPN

Kesadaran masyarakat untuk membantu petugas dalam mengungkap kasus ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera," ungkap Kapolres Kubar, AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim Polres, AKP Rido Doly Kristian, Senin (22/5/2017).

Sementara itu, modus pelaku dalam menjalankan aksinya yakni, dengan merakit kayu bekas limbah guna mengelabui petugas, sedangkan kayu yang berkualitas bagus ditengelamkan dengan pengapung.

Kemudian kayu tersebut ditarik dengan menggunakan perahu ces pada malam hari.

"Jadi, kayu potong yang masih bagus di tenggalamkan, sedangkan untuk kelabui petugas, kayu hasil limbah di apungkan untuk tutupi kayu yang bagus, lalu di tarik dengan perahu ces," tuturnya.

Selanjutnya, barang bukti yang ada akan dilakukan pengukuran oleh saksi ahli, yakni pihak Dinas Kehutanan atas permintaan penyidik, guna memastikan jumlah dan jenisnya.

Sedangkan pelaku di jerat pasal 83, UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pemberantasan pembalakan liar, dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help