TribunKaltim/

CSR Bisa Dialokasikan untuk Daftarkan Warga Sekitar Jadi Peserta JKN-KIS

Ratna menuturkan, setiap perusahaan memiliki program CSR. Biasanya, program CSR tersebut disinergikan dengan program prioritas daerah.

CSR Bisa Dialokasikan untuk Daftarkan Warga Sekitar Jadi Peserta JKN-KIS
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Penyerahan secara Simbolis Kartu JKN KIS dari Kepala Divisi Regional VIII BPJS Kesehatan Regional Kaltim Kalsel Kaltara, Ni Mas Ratna Sudewi(kedua dari kanan) kepada Kepala Perlindungan Area Hutan Tanaman Industri PT Sumalindo Hutani Jaya, Amirudin Linrang. Surya Hutani Jaya mendaftarkan 100 masyarakat miskin dan tak mampu disekitar areal perusahaan. Tampak menyaksikan Asisten I Pemprov, Meiliana, Ketua Forum CSR, Agus Sudarsamsih, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Pemprov Kaltim, Selasa(23/ 5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Akhir Desember 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan 95 persen masyarakat Indonesia sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal ini diungkapkan Ni Mas Ratna Sudewi, Kepala Divisi Regional 8 BPJS Kesehatan, dalam acara Sinergi program Corporate Social Responsibility (CSR) dan JKN-KIS, Selasa (23/5/2017), di Kantor Gubernur Kaltim.

"Masyarakat yang tidak mampu, wajib didaftarkan. Sedangkan yang mampu, wajib mendaftarkan diri," kata Ratna.

Ratna menuturkan, setiap perusahaan memiliki program CSR. Biasanya, program CSR tersebut disinergikan dengan program prioritas daerah.

"Kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur ini kan jadi program prioritas di semua daerah. Terlebih kesehatan, karena punya banyak multiplier effect. Masyarakat yang sehat jadi lebih produktif," ujar Ratna.

Tidak hanya perusahaan milik pemerintah dan swasta, BPJS, menurut Ratna, juga akan menyasar kerja sama dengan kampus dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), agar cakupan kepesertaan JKN-KIS, semakin besar.

"Kita akan masuk ke UMKM yang pekerjanya hanya 10-15 orang. Kita juga akan kerja sama dengan kampus. Agar setiap mahasiswa baru yang masuk, didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS," tutur Ratna. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help