Opini

Komik, Kunci Pengembangan Bahasa Penyandang Tuna Rungu

penyandang tuna rungu juga musti "mendengar" agar kosakatanya berkembang.

Komik, Kunci Pengembangan Bahasa Penyandang Tuna Rungu
tribunkaltim.co/alfiah noor ramadhany
Ilustrasi 

Oleh Fransiska
(Pegiat Pendidikan dan Literasi)

BAYI harus terus diajak berbicara agar mendengar suara kemudian mampu mengeluarkan atau melafalkan kembali suara yang didengarnya dengan berbagi macam kosakata. Namun tidak bagi penyandang tuna rungu. Mereka kehilangan fungsi pendengaran akibatnya suara - suara di sekitarnya tidak mampu diserap oleh telinga mereka. Padahal seperti bayi yang terus dilatih mendengar agar lancar berbicara sesuai umurnya, penyandang tuna rungu juga musti "mendengar" agar kosakatanya berkembang. Dunia sunyi mereka apabila tidak "diramaikan" disinyalir dapat menyebabkan keterbelakangan mental akibat penyempitan bahasa.
Penyandang tunarungu mengandalkan mata untuk dua fungsi sekaligus, indera penglihatan dan indera pendengaran. Komunikasi biasanya berjalan dengan isyarat konseptual maupun isyarat struktural. Ada alat bantu mendengar (ABM) yang diciptakan untuk membantu mereka mendengar.
Adalah Dimyati Hakim, seorang tunarungu yang berprofesi sebagai guru tunarungu di sebuah SLB memberikan gambaran KBM di kelas tunarungu tempat ia mengabdi. Pada tahap menjalankan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik tunarungu, guru terlebih dahulu mengkondisikan para anak didiknya. Suasana kelas harus dalam keadaan menyenangkan dan rileks. Guru akan meminta anak didiknya fokus melihat atau memerhatikan gurunya, dalam hal ini bahasa tubuh guru berbicara, mulut, jari - jemari dan anggota tubuh. Mata para anak didiknya diharapkan tidak melenceng ke kanan atau kiri yang pastinya akan berdampak pada buyarnya konsentrasi belajar. Suasana pembelajaran seperti ini disebut dengan metode keterarah - wajahan.
Penguasaan bahasa melalui mata dapat diasah penyandang tuna rungu melalui tulisan dengan ilustrasi atau cerita bergambar. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online atau daring (dalam jaringan) menjelaskan definisi dari komik sebagai cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu.
Dimyati juga telah membuktikan peran penting komik bagi penyandang tunarungu. Ia tuangkan kisahnya pada buku antalogi bersama Helvy Tiana Rosa yang berjudul "Guru Cinta". Sepintas, komik terkesan "hanya begitu saja", berisi rangkaian gambar dan cerita. Pada cerita komik disajikan adegan dialog berbentuk balon bicara. Saat penyandang tuna rungu membaca balon bicara suatu komik, mereka akan mengaitkan kosakata dengan apa yang dilakukan (perbuatan) tokoh komik tersebut. Menurut Dimyati, antara kosakata dengan perbuatan memiliki hubungan "DM" (Diterangkan Menerangkan). Kosakata (perkataan) bertindak sebagai "diterangkan" dan perbuatan tokoh atau ilustrasi sebagai yang "menerangkan".
Ketua DPP PERTRI (Persatuan Tunarungu Indonesia) itu memberikan contoh kosakata "lempar" dapat diketahui penyandang tunarungu dengan ilustrasi perbuatan tokoh yang menggerakkan tangannya dari belakang ke depan. Atau kata "Awas ada pohon tumbang" dengan ilustrasi berupa pohon yang semula tegak lalu bergerak melintang di jalan.
Komik memiliki segudang manfaat bagi penyandang tuna rungu. Dimyati Hakim telah menjelaskan dalam buku tersebut dan akan saya rangkumkan agar dapat dimafhumi masyarakat demi meningkatnya kemampuan berbahasa penyandang tunarungu. Sebagai informasi, Dimyati meski seorang penyandang tunarungu berhasil menorehkan beragam prestasi dari hobinya membaca komik. Tulisannya berupa artikel pernah menghiasi dua surat kabar ternama, mampu mengantarkan anak didiknya yang juga tunarungu meraih juara pertama lomba OSN MIPA se - DKI Jakarta (2011) dan juara pertama OSN IPA se - DKI Jakarta (2012). Ia juga keluar sebagai juara pertama Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Kategori PLB (2011). Baginya, komik adalah kunci keberhasilannya, dimulai dari pengembangan bahasa.
Adapun manfaat komik tersebut bagi penyandang tunarungu ialah :
1)Bacaan komik membantu penyandang tunarungu menemukan dan memperkaya perbendaharaan kosakata baru dalam balon bicaranya dan memahami maknanya melalui ilustrasinya.
2)Membantu mengenal dan memahami bentuk, pola kalimat, gaya bahasa dan aturan tata Bahasa Indonesia. Adanya balon bicara dalam komik membantu penyandang tunarungu meniru ucapan dengan pola kalimat SPOK (Subyek Predikat Obyek Keterangan). Selain itu membantu mengetahui bentuk kalimat aktif (awalan "me") dan pasif (awalan "di").
3)Melatih penyandang tunarungu dalam hal keterampilan komunikasi dan negosiasi dengan lawan bicara. Kata - kata ujaran dalam balon bicara menyajikan situasi yang berbeda - beda. Dari situasi yang berbeda tersebut, penyandang tunarungu dapat meniru dan menyusun kata - kata dalam kalimat sanggahan, sindiran, pujian dan sebagainya.
4)Membuat penyandang tunarungu lebih peka, cepat tanggap terhadap lingkungan. Dari balon bicara komik, mereka akan belajar mana perilaku baik dan mana yang sebaliknya dimana masing - masing perilaku tersebut memiliki hasil berbeda.
5)Meningkatkan kemampuan inteligensi, imajinasi dan kreativitas bernalar. Kisah komik yang panjang dan berliku memancing pembacanya dalam hal ini penyandang tunarungu mengira - ngira ending cerita komik itu. Bila sesuai ekspektasinya berarti mereka telah memiliki konsep jalan kebenaran. Namun, apabila akhir cerita tidak sesuai dengan bayangannya, mereka dapat mengemukakan letak kejanggalan dalam cerita.
6)Merangsang inspirasi, inisiatif dan kecepatan aksi - reaksi dalam pikiran, ucapan, gagasan/ide dan tindakannya serta sikap kritis.
7)Meredam gejolak kejiwaan yang mengarah ke hal - hal buruk (negatif).
8)Menumbuhkan keberanian, memupuk rasa percaya diri dan mempercepat proses adaptasi di lingkungan.
9)Membentuk kepribadian mandiri, berakhlak mulia, berbudi luhur, berwawasan dan bermartabat sebagai dampak cerita komik tentang kebaikan dan ketulusan hati. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved