TribunKaltim/

Duh, 28 Juta Wanita Indonesa Ternyata Pernah Mengalami Kekerasan Fisik dan Seksual

Ironisnya sekitar 1 dari 10 perempuan usia 15 sampai 64 tahun mengalaminya dalam 12 bulan terakhir

Duh, 28 Juta Wanita Indonesa Ternyata Pernah Mengalami Kekerasan Fisik dan Seksual
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Hak Perempuan Kawasan Tengah Indonesia di Hotel Gran Senyiur Kota Balikpapan pada Senin (29/5/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Satu dari tiga perempuan usia 15 sampai 64 tahun atau sekitar 28 juta orang pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Ini diungkapkan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementrian Pemberdayaan Anak dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Vennnetia R Danes di Hotel Gran Senyiur Kota Balikpapan dalam Rakortek Kawasan Indonesia Tengah, Senin (29/5/2017) pagi.

Ia menjelaskan, secara presentase didapat 18,25 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual oleh pasangannya, 31,74 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual pernah atau sedang memiliki pasangan, dan 42,71 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual, belum pernah memiliki pasangan.

Ironisnya sekitar 1 dari 10 perempuan  usia 15 sampai 64 tahun mengalaminya dalam 12 bulan terakhir.

Presentase yang sangat mengkhawatirkan ini tercatat oleh Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) Tahun 2016, hasil kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengingat kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan lebih dari sekedar sinergi pemerintah yang konkrit, tetapi juga dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Komitmen mengentaskan tindak kekerasan pada perempuan telah dicerminkan Kemen PPPA melalui program Three Ends (Tiga Ahiri) yaitu: pertama, Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; kedua Akhiri perdagangan orang; dan ketiga Akhiri  kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan.

Ketiga agenda tersebut harus berjalan sebagaimana diharapkan, sehingga di daerah-daerah pun harus teragenda yang dilaksanakan secara terprogram, konsisten, dan berkesinambungan.

"Maka dari itu dibutuhkan harmonisasi upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help