Opini

Merebaknya Hotel di Balikpapan

jumlah Hotel atau penginapan di Balikpapan mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 13,56 persen pada tahun 2015 menjadi 67 hotel.

Merebaknya Hotel di Balikpapan
Ilustrasi
net 

Oleh : Devi Harnia Setyani
Statistisi pada BPS Kota Balikpapan
deviharnia@gmail.com

Banyak hal yang menjadi kriteria suatu daerah dikatakan sebuah kota, salah satu kriteria tersebut adalah fasilitas yang memadai.
Penyediaan akomodasi yang memadai merupakan bagian dari fasilitas yang membuat suatu daerah layak dikatakan sebagai sebuah kota.
Balikpapan yang merupakan salah satu daerah di propinsi Kalimantan Timur memiliki fasilitas akomodasi yang cukup beragam,
Berbagai Hotel atau penginapan tersedia di Balikpapan, dari hotel melati, hotel bintang satu sampai hotel bintang lima, hal tersebut menjadikan Balikpapan memiliki salah satu kriteria dikatakan sebuah kota.
Penginapan atau Hotel juga merupakan salah satu sarana penunjang sebuah daerah dapat dikunjungi banyak orang dan menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata. Pada tahun 2014, Data BPS menyebutkan bahwa jumlah hotel yang ada di Balikpapan hanya terdapat 59 hotel.
Seiring peningkatan ekonomi dan kebutuhan jumlah Hotel atau penginapan di Balikpapan mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 13,56 persen pada tahun 2015 menjadi 67 hotel.
Peningkatan jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi diantara Kabupaten/Kota yang ada di propinsi Kalimantan Timur.
Sebagai perbandingannya, daerah Kabupaten Kutai Barat hanya mengalami peningkatan sebesar 3,7 persen, Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 2,6 persen, Kabupaten Kutai Timur sebesar 2,97 persen, Kabupaten Berau sebesar 4,38 persen, dan Kota Bontang sebesar -3,7 persen.
Sementara Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara dan Kota Samarinda tidak mengalami peningkatan jumlah.
Pertumbuhan Hotel / Penginapan di Balikpapan kembali meningkat signifikan tahun 2016 menjadi 80 hotel atau meningkat 19,40% dari tahun sebelumnya.
Seiring bertambahnya Hotel atau Penginapan kemudian hadir pertanyaan dalam benak kita adalah bagaimana dengan tingkat hunian kamar masing-masing hotel.
Apakah peningkatannya juga semanis dengan peningkatan jumlah hotel yang ada. Selanjutnya bila dihubungkan dengan penyediaan fasilitas lainnya, bagaimana peningkatan jumlah hotel berpengaruh pada laju pertumbuhan PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Apakah meningkat tajam seiring dengan perkembangan jenis hotel.
Data BPS pada tahun 2013 laju pertumbuhan PDRB pada sector akomodasi dan makan minum hanya berkisar 4 persen.
Pada tahun 2011 yang 10,75 persen, justru menurun tajam 4,11 persen pada tahun 2013sedikit menjadi 4,76 persen pada tahun 2014 dan menjadi turun pada 4,15 persen pada tahun 2015.
Peningkatan jumlah hotel ternyata tidak menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap perkembangan laju pertumbuhan PDRB pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved