TribunKaltim/

Kemelut di Filipina Selatan

Indonesia Perketat Pengamanan untuk Cegah Masuknya ISIS

Puluhan gerilyawan asing bertempur bersama kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Mindanao, Filipina, untuk melawan pasukan pemerintah.

Indonesia Perketat Pengamanan untuk Cegah Masuknya ISIS
Capture YouTube

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pertempuran antara militer Filipina dengan kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS di Marawi tidak hanya menjadi ancaman bagi Filipina tapi juga Indonesia.

Sebagai negara yang berbatasan dengan Filipina, penguatan pasukan di perbatasan dilakukan untuk mencegah anggota kelompok teroris Marawi melarikan diri dan bersembunyi di wilayah Indonesia.

Patroli di perbatasan Maluku Utara hingga Sulawesi Utara diinstruksikan langsung panglima TNI.

Penebalan di perbatasan menjadi kewajiban TNI untuk menangkal para penyusup dan pengganggu keamanan. Perbatasan terdekat Indonesia dan Filipina berada di Miangas-Marore, Sulawesi Utara.

Jarak dari Filipina ke wilayah tersebut hanya membutuhkan waktu lima jam lewat perjalanan laut.

Baca: Pengamat Terorisme: Jika Filipina Kalah, Target Selanjutnya Adalah Indonesia

Baca: Di Marawi, Panglima Militer Filipina Sebut Seorang Teroris Asal Indonesia Tewas

Sementara terkait nasib belasan WNI yang masih berada di Filipina, upaya evakuasi juga terus dilakukan pemerintah Indonesia.

KJRI Davao saat ini sudah berada di Kota Illigan, namun akses yang sulit dan pertimbangan faktor keamanan membuat 16 WNI belum dapat dievakuasi.

Kelompok Marawi ISIS jadi ancaman langsung bagi Indonesia.

Upaya antisipasi berupaya penguatan pasukan militer untuk mencegah anggota Marawi ISIS masuk dan berkembang di Indonesia jadi hal yang tak bisa ditunda.

Lihat videonya:

(KompasTV)

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help