TribunKaltim/

Konflik di Marawi, Brimob Nunukan Dikirim ke Perbatasan Adang ISIS dari Filipina

Dia menyebutkan, jarak Kalimantan Utara dengan wilayah konflik di Marawi dapat ditempuh hanya dalam waktu delapan jam.

Konflik di Marawi, Brimob Nunukan Dikirim ke Perbatasan Adang ISIS dari Filipina
tribunkaltim.co/niko ruru
Personel Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, Kamis (1/6/2017) diberangkatkan ke perbatasan Republik Indonesia di Kalimantan Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Puluhan personel Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan, diberangkatkan ke Pulau Sebatik, perbatasan Republik Indonesia, Kamis (1/6/2017).

Dari ibukota Kabupaten Nunukan, para personel tersebut diberangkatkan untuk mengadang pelarian kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok penentang pemerintah dari Marawi, Filipina.

Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK mengatakan, para personel Brimob dimaksud dikirim ke perbatasan di Pulau Sebatik untuk mengantisipasi keamanan di perbatasan pasca terjadinya konflik di Marawi, Filipina.

Diketahui di Marawi, bagian selatan Filipina terjadi konflik antara pasukan pemerintah dengan kelompok ISIS beserta kelompok penentang pemerintah Filipina.

“Mereka menjaga perbatasan untuk mengatasi keamanan wilayah perbatasan di Kalimantan Utara seperti wilayah Sebatik dan Tarakan,” ujarnya.

Baca: Mabes TNI AD Antisipasi Dampak Serangan ISIS ke Marawi

Baca: Di Marawi, Panglima Militer Filipina Sebut Seorang Teroris Asal Indonesia Tewas

Baca: Umat Muslim Marawi Lindungi 39 Warga Kristen yang Tentara Filipina

Dia menyebutkan, jarak Kalimantan Utara dengan wilayah konflik di Marawi dapat ditempuh hanya dalam waktu delapan jam.  Sehingga hal ini memungkinkan keluarnya pasukan militan pemberontak dari Marawi.

“Mereka bisa masuk ke wilayah perbatasan di Indonesia,” ujarnya.

Karena itupula pimpinan Polri mengambil langkah-langkah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan di jalur pintu-pintu perbatasan yang menjadi tempat keluar masuknya orang dan barang melalui Indonesia- Filipina maupun sebaliknya.

Dengan menempatkan personel Brimob di jalur perbatasan Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia, diharapkan pula warga setempat merasa aman.

“Ini sekaligus melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap keluar masuknya orang-orang yang terindikasi kelompok terorisme, radikalisme, ISIS yang berasal dari negara Filipina pasca terjadi konflik di Marawi,” ujarnya.

Pemberangkatan personel Kompi 3 Batalion C Pelopor Brimob Daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan diawali dengan apel yang dipimpin Kapolres Nunukan di Lapangan Tribrata Polres Nunukan. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help