TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Menakar Peran UMK di Kalimantan Timur

Pada tahun 2016 tercatat bahwa UMK merupakan usaha mayoritas di wilayah Kalimantan Timur, mencapai 96,81 persen dari total usaha yang ada di Kalimanta

Menakar Peran UMK di Kalimantan Timur
TRIBUN KALTIM/AMANDA LIONY
Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan sektor yang mulai dilirik pengusaha saat krisis ekonomi. Sejumlah pengusaha pun menggandeng pelaku UMK untuk bisnis barunya. 

DR. Yusniar Juliana N,S.Si, MIDEC
Kepala Seksi Analisis Statistik dan Lintas Sektor
Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
BPS Provinsi Kalimantan Timur

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur baru-baru ini merilis data hasil pendataan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016). Kegiatan pendataan tersebut diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia pada bulan Mei tahun lalu. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh potret ekonomi wilayah, termasuk juga informasi mengenai potensi serta daya saing ekonomi wilayah. Hasil SE2016 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK), dari 238 ribu usaha pada tahun 2006 menjadi sebanyak 304 ribu usaha di tahun 2016, atau mengalami peningkatan jumlah usaha rata-rata sebesar 2,47 persen per tahun.
Pada tahun 2016 tercatat bahwa UMK merupakan usaha mayoritas di wilayah Kalimantan Timur, mencapai 96,81 persen dari total usaha yang ada di Kalimantan Timur. Besarnya peranan UMK dalam perekonomian Kalimantan Timur, juga terlihat pada peranan UMK tersebut dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Berdasarkan data SE2016, UMK mampu menyerap 60,01 persen tenaga kerja, atau sekitar 638.618 orang, dari total tenaga kerja yang ada di Kalimantan Timur, yaitu sebanyak 1,06 juta orang. Sementara itu, sebesar 39,99 persen tenaga kerja bekerja pada usaha menengah besar di Kalimantan Timur.
Jika dirinci menurut lapangan usaha, terlihat bahwa peranan UMK pada beberapa lapangan usaha sangat signifikan. Sebagian besar usaha perdagangan, atau 97,99 persen, merupakan usaha mikro kecil. Selain itu, lapangan usaha lain dengan mayoritas skala usaha mikro kecil adalah penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman (selanjutnya disingkat penyajian makanan dan minuman). Selain hotel dan restoran, usaha yang termasuk kedalam sektor ini adalah usaha booth minuman atau makanan kecil (snack), yang menggunakan sistem waralaba (franchise) dan belakangan cukup marak bermunculan terutama di wilayah perkotaan. Hampir seluruh usaha penyajian makanan dan minuman, atau sekitar 99,44 persen usaha pada kategori tersebut merupakan usaha yang termasuk klasifikasi UMK dalam catatan hasil SE2016.
Terkait ketenagakerjaan, kedua jenis usaha mayoritas tersebut relatif cukup tinggi dalam penyerapan tenaga kerja dibandingkan sektor lainnya. Usaha perdagangan bahkan tercatat sebagai usaha yang paling tinggi menyerap tenaga kerja, hingga mencapai 27,81 persen, atau lebih dari 295 ribu orang. Dari total tenaga kerja yang bekerja dalam usaha perdagangan lebih dari 83 persen merupakan tenaga kerja UMK. Sementara itu, usaha penyajian makanan dan minuman mampu menyerap tenaga kerja sebesar 12,23 persen dari total tenaga kerja yang ada di Kalimantan Timur, atau sebanyak 130 ribu orang. Sekitar 90 persen dari total tenaga kerja usaha penyajian makanan dan minuman, bekerja pada UMK. Hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis usaha tersebut, khususnya yang berskala mikro dan kecil, mampu memberikan peluang berusaha yang cukup besar bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Namun demikian, terdapat perbedaan struktur antara jumlah usaha berdasarkan data SE2016 dengan struktur penciptaan nilai tambah menurut lapangan usaha. Indikator PDRB menurut lapangan usaha menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Timur didominasi oleh usaha pertambangan dan penggalian. Hingga tahun 2016, nilai PDRB menunjukkan bahwa kontribusi kategori tersebut terhadap total ekonomi diluar sektor pertanian mencapai 48,37 persen, dan merupakan yang tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya. Kontribusi tersebut jauh lebih besar dibandingkan kontribusi usaha perdagangan dan penyajian makanan dan minuman, dimana sebagian besar masih berskala mikro dan kecil, yang masing-masing kontribusinya masih berada dibawah 10 persen terhadap total penciptaan nilai tambah di Kalimantan Timur.
Walaupun peranan UMK usaha perdagangan serta penyajian makanan dan minuman relatif masih sangat kecil terhadap total penciptaan nilai tambah ekonomi, namun cukup signifikan dalam menyerap tenaga. Selain itu, ditengah kontraksi ekonomi Kalimantan Timur, yaitu tumbuh negatif 0,38 di tahun 2016, akibat penurunan produksi di sektor pertambangan dan penggalian, usaha perdagangan serta penyajian makanan dan minuman masih mengalami pertumbuhan positif. Pada tahun 2016, usaha perdagangan tercatat tumbuh lebih dari 2 persen, sedangkan usaha penyediaan makan dan minum mengalami peningkatan produksi sebesar 3,67 persen.
Secara Nasional, peranan UMK dalam perekonomian nasional sudah lama dirasakan cukup kuat dan signifikan. Pada pasca krisis ekonomi di tahun 1998, usaha mikro kecil mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi. Usaha mikro kecil juga mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan relatif cukup mudah dalam melakukan inovasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha. Namun demikian, keberadaan usaha mikro kecil tersebut masih menghadapi beberapa tantangan untuk dapat berkembang, seperti akses terhadap modal kerja serta lemahnya daya saing terhadap produk impor. Integrasi ekonomi, seperti the ASEAN Economic Community, selain menciptakan peluang pasar bagi produk UMK Indonesia, juga menghadirkan tantangan agar produk lokal dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Peningkatan daya saing produk lokal dapat dilakukan sebagai salahsatu langkah strategis dalam mengatasi perlambatan ekonomi yang dialami oleh ekonomi Kalimantan Timur. Oleh karena itu, pengembangan UMK, khususnya pada usaha perdagangan serta penyajian makan dan minum, dapat dijadikan program dalam mendorong terciptanya sistem ekonomi partisipatif yang meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat luas. Upaya tersebut diharapkan mampu mengedepankan masyarakat Kalimantan Timur dalam membangun kesejahteraannya. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help