TribunKaltim/

Hari Pancasila

Upacara Lahirnya Pancasila Diguyur Hujan Namun Tetap Berlangsung

Pelaksanaan momen upacara berskala nasional ini tetap berlangsung secara hikmat sekitar pukul 08.00 Wita pada Kamis (1/6/2017).

Upacara Lahirnya Pancasila Diguyur Hujan Namun Tetap Berlangsung
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Upacara peringatan hari lahirnya Pancasila antara TNI bersama guru dan pelajar di SMA Negeri 1 Kota Balikpapan pada Kamis (1/6/2017) yang diiringi hujan rintik. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pagi menjelang siang, awan mendung memayungi disertai guyuran rintik hujan jatuh ke bumi.

Atmosfir ini tidak membuat sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Balikpapan batal melangsungkan upacara hari lahir Pancasila.

Pelaksanaan momen upacara berskala nasional ini tetap berlangsung secara hikmat sekitar pukul 08.00 Wita pada Kamis (1/6/2017).

Para pelajar beserta para guru yang mengenakan seragam batik sekolah tetap berada dalam barisan meskipun hujan mengguyur menjatuhi ketubuh mereka.

Upacara tersebut turut didukung dari pihak Kodam VI Mulawarman yang sebagai Irup upacara adalah Kepala Staf Kodam (Kasdam) Brigjen TNI Ainurrahman.

Saat itu, Kasdam menyampaikan amanah dari Pangdam Mulawarman yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan falsafah kehidupan bangsa Indonesia.

Keragaman masyarakat Indonesia diikat dalam bingkai Pancasila menjadi satu kesatuan yang memberi kekuatan suatu negara.

Diharapkan dengan peringatan upacara Pancasila, seluruh warga masyarakat bisa mengetahui, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Penyelenggaraan upacara ini diakhiri kegiatan foto bersama sebagai simbol mempererat persatuan antara Tentara Nasional Indonesia bersama rakyat.

Usai upacara, Kasdam kepada Tribunkaltim.co menjelaskan, hujan yang turun dalam kegiatan upacara memberi makna bahwa saat itu para pahlawan berjuang mengorbankan jiwa raga harta benda demi berdirinya Indonesia.

"Kita hujan-hujan bukti bahwa sampai sekarang kita masih cinta pada Indonesia. Bisa memahami makna kandungan Pancasila. Dahulu para pahlawan kita berjuang sampai darah penghabisan," ungkapnya. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help