Kerja Keras sih Bagus Asal Jangan Gila Kerja. Di Jepang Banyak Lho yang Berakibat Mati Muda
Kecanduan kerja di Jepang bahkan bisa mengakibatkan kematian merupakan hal yang tidak jarang ditemukan.
TRIBUNKALTIM.CO - Kecanduan kerja di Jepang bahkan bisa mengakibatkan kematian merupakan hal yang tidak jarang ditemukan.
Saking senangnya bekerja keras, tidak jarang mengakibatkan kematian karena sekaligus merupakan upaya untuk menjadi manusia unggul, sehingga mereka harus melupakan hari libur.
Kematian karena bekerja terlalu keras tidak jarang terjadi.
Kerja terlalu keras dan meninggal dunia disebut dengan Karoshi.
Sebagai contoh apa yang dimaksud dengan Karoshi adalah bekerja selama 110 jam seminggu, bekerja 3.000 jam setahun dengan tidak ada hari libur terus menerus, selama 15 tahun.
Juga bekerja selama 4.320 jam setahun dan bekerja 34 jam dengan sistem shift yang dilakukan lima kali dalam sebulan.
Gila kerja tersebut sebagaimana diungkap Real Life Heroes, yang dikutip Warta Kota, Minggu (4/6/2017), merupakan bagian dari budaya Jepang yang mempunyai etos kerja sangat tinggi, yang di antaranya terjadi sebagai dampak trauma Perang Dunia II.
Khususnya terjadi karena Hiroshima dan Nagasaki dimusnahkan dengan bom nuklir yang memusnahkan manusia dan makhluk hidup di kedua kota tersebut.
Kejahatan perang tersebut mengakibatkan masyarakat Jepang terlecut untuk bangkit dan terus bekerja keras, yang tidak jarang mengakibatkan kematian.(*)