TribunKaltim/

Parenting

Anak Nakal, Ini yang Biasanya Ayah Lakukan, Ternyata Salah Lho!

Kesalahan tersebut, selain melukai hati anak, juga bisa menjadi penghambat tumbuhnya perilaku baik di masa depan anak.

Anak Nakal, Ini yang Biasanya Ayah Lakukan, Ternyata Salah Lho!
vitapix
Ayah memarahi anak 

TRIBUNKALTIM.CO -- Sebagai ayah, kadang kala kita harus mengajarkan hal-hal baik pada anak kita, termasuk memberi pujian atas perbuatan baiknya atau memberi hukuman untuk kenakalannya.

Namun ternyata ada banyak kesalahan yang dilakukan orangtua saat menghukum anak.

Kesalahan tersebut, selain melukai hati anak, juga bisa menjadi penghambat tumbuhnya perilaku baik di masa depan anak.

Berikut sepuluh kesalahan para ayah saat mengajarkan disiplin pada anak dan apa yang sebaiknya dilakukan:

Naik pitam. Meskipun perilaku anak-anak seringkali membuat kita jengkel, namun sebaiknya jangan menghukum mereka dengan amarah.

Berteriak, membentak, bahkan sampai memaki akan membuat anak merasa bahwa perilaku seperti itu boleh dilakukan di antara saudara atau teman.

Bila Anda emosi karena kelakuan anak, berusahalah untuk menenangkan diri dahulu, baru berbicara pada anak. Mereka akan lebih bisa memahami pendekatan yang dilakukan dengan tenang dan masuk akal daripada mendengar apa yang diteriakkan.

Hukuman fisik. Memukul, mencubit, atau menjewer anak ternyata bukan cara yang efektif. Hal itu justru mengajarkan anak untuk menghadapi konflik dengan kekuatan fisik. Bukan tidak mungkin nanti anak menganggap setiap masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan.

Hukuman fisik akan membuat anak belajar menyelesaikan masalah dengan kekerasan
Hukuman fisik akan membuat anak belajar menyelesaikan masalah dengan kekerasan (spukkato)

Seorang ayah lebih baik mencari bentuk hukuman lain yang mendidik. Ingat peran utama kita adalah pendidik bukan pemaksa. 

Tidak konsisten. Banyak ayah tidak konsisten dalam memberi hukuman pada anak. Kenakalan yang sama misalnya, ditanggapi dengan cara berbeda dari waktu ke waktu.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help