TribunKaltim/

Paparan Pemuda Pedalaman di Rapat Dewan Ketahanan Nasional, Akhirnya Para Pakar Sepakati DOB

Dari tadi para pakar melihat Indonesia dari Jakarta. Sekarang saya menyampaikan bahan melihat Indonesia dari dari pinggiran perbatasan

Paparan Pemuda Pedalaman di Rapat Dewan Ketahanan Nasional, Akhirnya Para Pakar Sepakati DOB
HO - Lumbis
Diskusi pada rapat terbatas Dewan Ketahanan Nasional untuk menganalisis kajian terkait usulan daerah otonomi baru di perbatasan negara. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Situasi rapat terbatas Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) yang semula didominasi pendapat yang ingin tetap mempertahankan moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB), mendadak berubah.

Para peserta pertemuan yang sedang menganalisis hasil kajian Wantannas terkait usulan pembentukan DOB di perbatasan tiba-tiba saja berbalik arah menyepakati pembentukan DOB setelah mendengarkan pemaparan Lumbis SSos, pemuda pedalaman asal Kecamatan Lumbis Ogong.

“Saya diundang pada rapat terbatas Wantanas sebagai narasumber emperik tentang kompleksitas ekonomi sosial budaya di perbatasan negara,” kata Lumbis, Jumat (9/6/2017) menceritakan pertemuan dimaksud.

Lumbis merupakan Ketua Dewan Pendiri Pemuda Penjaga Perbatasan Republik Indonesia.

Baca: Wow, Jokowi Pamer Mulusnya Jalan Perbatasan Trans Kalimantan

Baca: Buru Dua WNI Pendukung Kelompok Teroris Merawi, Pasukan TNI Perketat Perbatasan

Rapat terbatas tersebut juga mengundang:

  • Direktur Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Syafrisal,
  • pakar otonomi daerah Prof Dr Djohermansyah Djohan,
  • P2P LIPI Prof Dr Siti Zuhro, mewakili IIP Prof. Dr. Ngadisah,
  • Dr Robert Endi Jaweng dari KPPOD,
  • Dr Suparto Wijoyo SH MH pakar dari Universitas Airlangga,
  • pakar otonomi daerah Prof Dr Kausar Ali
  • Saleh, Dr Yadi Ruyadi dari UPI Bandung,
  • Dr Leo Agustino dari Untirta dan
  • anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Lutfi A Mutty.

Lumbis pada pertemuan dengan moderator Mayjen TNI Aris Martono Hariyadi, mempresentasikan urgensi pemekaran DOB Kabupaten Bumi Dayak (Kabudaya) Perbatasan sebagai pengikat entitas wilayah dan budaya, untuk ketahanan nasional di perbatasan Republik Indonesia dengan Sabah, Malaysia.

Baca: Mendapat Dukungan, Presidium DOB Kabudaya Undang Ketua DPR RI

Baca: Pasca Pelantikan Forum Konsolidasi, 13 Calon DOB Kalimantan Berharap Segera Dimekarkan

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help