TribunKaltim/

Parenting

Ayah dan Ibu Bekerja Demi Cukupi Kebutuhan Hidup, Bagaimana Nasib Anak-anak?

Alhasil, satu sumber penghasilan pun dinilai kurang mencukupi sehingga ayah dan ibu memutuskan untuk bekerja demi keluarga.

Ayah dan Ibu Bekerja Demi Cukupi Kebutuhan Hidup, Bagaimana Nasib Anak-anak?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi liburan dengan keluarga 

TRIBUNKALTIM.CO -- Tuntutan kebutuhan rumah tangga terus meningkat dari waktu ke waktu.

Alhasil, satu sumber penghasilan pun dinilai kurang mencukupi sehingga ayah dan ibu memutuskan untuk bekerja demi keluarga.

Namun, efek samping dari kondisi  ayah ibu bekerja setiap hari di luar rumah menciptakan ketidakseimbangan yang memengaruhi fase tumbuh kembang anak.

Baca: Jangan Merasa Bersalah Jadi Ibu Bekerja, Baca Ini Dulu. . .

Seorang profesor di Ottawa’s Carleton University, Linda Duxbury, mengungkapkan bahwa ayah ibu yang bekerja mencari nafkah di kantor atau aktif berbisnis tidak memiliki kemewahan bisa mengatur waktu dengan fleksibel.

“Kebutuhan yang dicukupi sangat mendasar, bukan biaya liburan dan gaya hidup, melainkan makanan, pendidikan, pakaian, dan rumah,” jelas Duxbury.

Dia juga mengatakan bahwa dia tidak sepakat dengan anggapan bahwa ayah ibu bekerja supaya bisa menjalankan hidup berlebihan dan foya-foya.

Menurut dia, fakta yang dia peroleh dari sejumlah studi memperlihatkan, satu dari tiga rumah tangga bisa mengalami guncangan finansial yang serius apabila pemasukan keluarga hanya dari satu sumber penghasilan.

“Anda mungkin tidak menyadari, dua sumber penghasilan keluarga di mana ayah dan ibu bekerja zaman sekarang nilainya sama dengan satu pemasukan pada era 50-an,” imbuhnya.

Dahulu, kondisi keluarga yang ideal adalah ibu di rumah mengurus keluarga dan ayah bekerja mencari nafkah.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help