TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

‘Online Shopping’ Cara Belanja Andalan Generasi Millennial

Bermodal gadget dan sambungan internet, barang apapun yang anda inginkan bisa dengan mudah anda cari dan dapatkan.

‘Online Shopping’ Cara Belanja Andalan Generasi Millennial
icit.web.id
Ilustrasi 

Sartika Novianti
tikanovianti2311@gmail.com

Belanja. Siapa yang tak pernah melakukan kegiatan belanja? Kita semua pasti pernah melakukannya. Kegiatan yang menjadi hobi bagi sebagian kalangan khususnya kaum hawa ini, biasanya dilakukan secara manual dengan datang ke toko atau tempat menjual barang yang kita inginkan, dan memilih barang apa yang akan kita beli.
Tak jarang hal tersebut memakan waktu berjam jam, bahkan berhari hari bila tak mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan, dan membuat banyak waktu terbuang demi mencari satu jenis barang saja.
Semakin berkembang zaman dan teknologi tentu manusia sebagai penggunanya semakin dimudahkan. Kini sebagai konsumen anda tak perlu lagi, berkeliling mencari barang yang diinginkan.
Bermodal gadget dan sambungan internet, barang apapun yang anda inginkan bisa dengan mudah anda cari dan dapatkan.
Ya, sistem berbelanja secara online atau e-shopping kini semakin diminati masyarakat. Tak hanya kaum hawa, namun kini banyak kaum lelaki yang juga menggandrungi kegiatan berbelanja online.
Dilihat kilas baliknya, teknologi berbelanja secara online meluas dimulai pada tahun 1980an di negara-negara Eropa.
Setelahnya, dengan kemajuan teknologi yang pesat, kemudahan berbelanja via online semakin berkembang.
Pada era 2000an hingga sekarang, sistem belanja via online terus berkembang di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Hal ini tentunya didukung oleh semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia baik di kota besar maupun daerah.
Perilaku masyarakat yang terbiasa berbelanja secara manual memang memiliki beberapa nilai positif, misalnya bias melihat langsung barang yang akan dibeli, bisa langsung digunakan, dan bisa melihat kondisi sebenarnya serta dapat di coba.
Disamping itu banyak keterbatasan yang harus dialami calon pembeli bila harus berbelanja secara langsung, pilihan yang terbatas, model yang tak beragam, mengeluarkan tenaga untuk berpindah pindah toko, dan tidak efektif waktu.
Lain hal nya dengan belanja online, sebagai pembeli kita dimudahkan dengan kemajuan teknologi yang membuat kita tak perlu beranjak dari tempat untuk mendapatkan suatu barang. Positifnya, tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk sekedar membeli sebuah barang. Pilihan pun beragam, mulai regional kota tempat kita tinggal hingga cakupan nasional bahkan dunia.
Barang yang bisa anda dapatkan pun beragam, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, atau apapun itu tersedia secara online.
Bahkan, bahan pokok seperti beras gula dan kebutuhan dapur lainnya kini bisa dipesan secara online dan diantar kepada anda.
Dengan sistem online anda bias memesan dari jaringan internasional dan pasti sesuai dengan keinginan anda.
Bila sudah yakin dengan barang pilihan, tinggal melakukan pembayaran dengan ATM dan transfer, anda tinggal duduk manis menunggu barang yang anda inginkan diantarkan pada anda.
Meskipun beberapa kasus mencuat tentang kejahatan dalam berbelanja online utamanya penipuan, tak mengurangi animo masyarakat khususnya generasi millenial untuk berbelanja online.
Menurut data APJII (AsosiasiPenyelenggaraJasa Internet Indonesia), jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atausekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta.
Sementara jumlah pemilik toko online atau e-commerce di Indonesia mencapai 26,2 juta. Dengan data ini, menegaskan bahwa meskipun ada resiko dalam penyelenggaraan sistem belanja online, cara ini tetap digandrungi masyarakat luas.
Kemudahan yang ditawarkan fitur berbelanja online, dengan bermodal gadget dan sambungan koneksi internet, kita bisa menelusuri setiap website dan forum berbelanja untuk mendapat hal yang kita cari.
Untuk membeli sebuah barang secara online, anda bisa mencari via website,via marketplace atau mall online, dan via media sosial.
Pada hakikatnya, selalu ada resiko dari sebuah teknologi. Begitu pula dengan sistem belanja online.
Karena itulah, masyarakat yang semakin berkembang secara pengetahuan seharusnya bisa meminimalisir resiko yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Caranya dengan memahami konsep e-shopping atau belanja online, misalnya dengan rajin mencari tahu, membaca ketentuan saat berbelanja online, memastikan terlebih dulu toko tempat kita memesan barang terpercaya, serta belajar dari kesalahan orang lain.
Berbelanja secara online tidaklah sulit, malah, hal ini sangat memudahkan kita untuk mendapatkan barang yang kita inginkan tanpa harus keluar rumah.
Pada akhirnya, hal yang memudahkan masyarakat, utamanya dalam segi memenuhi kebutuhan akan selalu menjadi metode yang dipilih, ketika dihadapkan dengan pilihan harus berbelanja secara offline atau berbelanja secara online. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help