TribunKaltim/

Waspada! KPK ‎Sebut Sekretriat DPRD Kaltim Rentan Korupsi

Deputi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wahyu D Susilo, memaparkan hasil survei integrity assesment di DPRD

Waspada! KPK ‎Sebut Sekretriat DPRD Kaltim Rentan Korupsi
Tribun Kaltim/Budhi Hartono
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kaltim bersama tim Litbang KPK usai menggelar pertemuan di DPRD Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Deputi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wahyu D Susilo, memaparkan hasil survei integrity assesment di DPRD Provinsi Kaltim. KPK mensurvei selain Kaltim, yakni DPRD Banten dan Sumatera Utara. Hasil survei tersebut, penilaian terhadap integritas lembaga legislatif di Kaltim, mendapat respon cukup positif mencapai 71,8 persen.

Wahyu mengatakan, dalam rangka pencegahan di DPRD Kaltim, maka dilakukan integrity assesment. Alasannya, dari profil kelembangan di legislatif Kaltim masuk enam daerah yang rentan terjadi tindak pidana korupsi.

"Konsen kami, ternyata hasil temuan antara DPRD, agak mirip profilnya. Potensi-potensi daerah yang rentan korupsinya mirip dengan penganggaran, mengolah SDM. Makanya kita kesini dalam rangka pencegahan, ini diperhatikan dan dilakukan pencegahan," kata Wahyu, usai presentasi dihadapan anggota DPRD Kaltim, di lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (15/6/2017).

KPK berharap, setelah dipaparkan hasil survey integrity assesment, bisa segera diperbaiki secara kelembagaan. Survei ini dilakukan pada tahun 2016 yang fokus di Sekretariat DPRD Kaltim.

KPK melakukan survei selama enam bulan, khusus pengelolaan anggaran, manajemen dan mengelola sumber daya manusia (SDM). "Jangan sampai nanti yang muncul OTT (operasi tangkap tangan)," pesan Wahyu.

Sekretaris DPRD Kaltim Achmadi mengatakan, bahwa hasil survei tersebut dilakukan untuk pencegahan dan perbaikan sistem di lembaga DPRD Kaltim. "Ini semacam pencegahan. Kita akan perbaiki dari hasil survei KPK ini," katanya.(bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help