TribunKaltim/

Soal Desain Kampoeng Fashion di Gang Masjid, Ini Pilihan sang Walikota

Konsep ini akan diluncurkan di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, ‎Rabu (21/6/2017) pekan depan.

Soal Desain Kampoeng Fashion di Gang Masjid, Ini Pilihan sang Walikota
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Contoh desain konsep Mural Art dan Modern Art Kampoeng Fashion di Samarinda. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Syaharie Jaang memilih desain untuk Kampoen Fashion dengan konsep Mural Art.

Konsep ini akan diluncurkan di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, ‎Rabu (21/6/2017) pekan depan. Ini diungkapkan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Kaltim, Martinus kepada Tribun, usai mempersiapkan desain Mural Art, di kantornya Ruko Alaya, Samarinda.

Martinus mengatakan, hasil presentasi dengan Syaharie Jaang, sang walikota memilih konsep atau desain Mural Art.

"Pak Jaang memilih konsep Mural Art dibanding Moderen Art. Biayanya untuk desai Kampoeng Fashion sekitar Rp 200 jutaan," ujar Martinus, kepada Tribun, Jumat (16/6/2017) sore.

Martinus menjelaskan, untuk konsep desain Mural Art menonjolkan grafiti dengan full colour. Desain ini mengesankan keceriaan dan dinamis di sepanjang gang masjid.

Desain Mural Art mengutamakan penggunaan warna-warna pastel. Sehingga terlihat cerah dari segi warna. Selain itu, desai ini juga menampilkan grafitti disepanjang gang masjid, badan jalan. Untuk laing-langitnya, kata dia, akan diberi lampu sekaligus penerang jalan.

Berbeda dengan konsep kedua yakni Modern Art. Konsep ini memiliki ikon dengan gerbang di pintu masuk gang masjid, dari lintasan Jalan Gatot Subroto.

"Untuk launching atau groundbreaking, dijadwalkan Pak Walikota Rabu (21/6/2017). Setelah buka puasa, akan dilakukan groundbreaking secara resmi," tutur Martinus, anggota DPRD Kaltim.

Untuk pembiayaan kegiatan desain Kampoeng Fashion, menurut Martinus, Pemkot Samarinda akan bekerjasama dengan Bankaltim Samarinda.

"Jadi dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bankaltim Samarinda," ungkapnya.

Dengan adanya sumber dana CSR dari Bankaltim Samarinda, lanjut Martinus, tidak menggunakan dana APBD Kota Samarinda.

Pemkot Samarinda memanfaatkan dana CSR sehingga tidak akan menguras APBD. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help