TribunKaltim/

Korem 091 Aji Surya Natakesuma

TNI di Perbatasan Kembali Amankan TKI Bermasalah dari Malaysia

Ratusan TKI itu berlabuh di pelabuhan Tunon Taka, dengan menggunakan 2 unit kapal, yakni KM Malindo Express dan KM Mid Express.

TNI di Perbatasan Kembali Amankan TKI Bermasalah dari Malaysia
HO/Penrem 091/ASN
Ratusan TKI yang di deportasi oleh pemerintah Malaysia, dilakukan pendataan di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kamis (15/6/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali dideportasi oleh pemerintah Malaysia.

Terdapat 223 TKI yang dipulangkan ke Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (15/6/2017) silam.

Ratusan TKI itu berlabuh di pelabuhan Tunon Taka, dengan menggunakan 2 unit kapal, yakni KM Malindo Express dan KM Mid Express.

Sesampainya di pelabuhan, ratusan TKI itu dibantu oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long (Awl), serta di lakukan pendataan dan pemeriksaan.

TKI yang di pulangkan ke tanah air, karena terlibat dalam berbagai pelanggaran.

Bahkan, sebelum di deportasi, ratusan TKI tersebut sempat mendekam di tiga pusat tahanan semantara (PTS), yakni diantaranya 42 orang berasal dari PTS Manggatal, 82 orang dari PTS Papar dan 102 orang dari PTS Sandakan.

"Biasanya memang yang dipulangkan ini terlibat dalam berbagai masalah, mulai dari dokumen, hingga kasus pidana, serta narkoba. Sesampainya di pelabuhan, anggota Satgas langsung melakukan pengamanan dan membantu melakukan pendataan," ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 611/Awl, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto, melalui rilis Penerangan Korem (Penrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Sabtu (17/6/2017).

Dari data yang ada, masalah yang menimpa para TKI, diantaranya bermasalah dengan kelengkapan dokumen, termasuk dengan memalsukan dokumen.

Lalu, kasus pidana, yakni kasus pemerkosaan dan juga narkoba.

Kendati telah di pulangkan, namun tak sedikit TKI yang ingin kembali ke Malaysia, tercatat ada 124 orang yang akan kembali ke negeri Jiran. Sisanya kembali ke daerah asal dan bertahan di Nunukan.

"Ada yang kembali lagi, biasanya kembali setelah melengkapi syarat dokumen yang berlaku untuk kerja di sana. Namun, tak sedikit juga yang kembali ke daerah asal dan bertahan di Nunukan, sambil mencari kerja," ucapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help