TribunKaltim/

Pilgub Kaltim 2018

Gerindra: Beri Kesempatan Kandidat Lain, Yusran Batal Daftar ke PDIP Kaltim

Ada beberapa pertimbangan internal partai yang sepakat soal hasil keputusan ini," ucap Ba‎gus.

Gerindra: Beri Kesempatan Kandidat Lain, Yusran Batal Daftar ke PDIP Kaltim
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Yusran Aspar, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - DPD Partai Gerindra Provinsi Kaltim,‎ membenarkan telah membatalkan rencana pendaftaran Yusran Aspar sebagai calon gubernur Kaltim periode 2018-2023.

Alasannya, dengan banyaknya kandidat yang melamar ke partai berlambang Kepala Banteng, kontestasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang akan lebih dinamis .

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Gerindra Kaltim, Bagus Susetyo membenarkan, hasil rapat internal partai berlambang Kepala Burung Garuda, mengurungkan niat kader terbaiknya Yusran Aspar mendaftar sebagai Cagub ke PDI-P Kaltim.

"Memang hasil keputusan rapat membatalkan untuk mendaftar ke PDIP. Ada beberapa pertimbangan internal partai yang sepakat soal hasil keputusan ini," ucap Ba‎gus, kepada Tribun di Samarinda, Minggu (18/6/2017).

Ia menjelaskan, hasil kesepakatan pengurus partai antar lain, setelah memperhatikan dan menimbang figur-figur yang mendaftar ke DPD PDI-P Kaltim, menunjukkan minat putra daerah yang ingin mencalonkan dan bertarung di Pilgub Kaltim.

‎"Setelah memperhatikan dan menimbang, kami menili dan sepakat, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim Pak Yusran batal mendaftar. Karena akan memberikan peluang kepada figur lebih dulu telah mendaftar ke PDIP. Dan ini akan meramaikan persaingan kontestasi di pilgub 2018," ujar Bagus.

Disinggung soal biaya partisipasi publikasi pendaftaran di PDI-P Kaltim yang dipatok Rp 50 juta, kata Bagus, bukan persoalan tersebut. Tetapi, memberikan kesempatan figur lain untuk tampil di pilgub nanti.

"Kalau soal biaya administrasi, kita tidak ada masalah. Kemarin kita daftar ke PKB, PPP dan PAN Kaltim juga ada biayanya. Itu kita penuhi semua," pungkasnya. Untuk pendaftaran di PKB dan PAN Kaltim dikenakan biaya Rp 25 juta. Sedangkan PPP Kaltim hanya mematok biaya administrasi Rp 20 juta. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help