TribunKaltim/

Syafruddin: Banggar Akan Coret Program Baru, Termasuk Jalan Usulan Bappeda

Dengan kondisi keuangan seperti ini, ia menegaskan, tidak akan memberikan ruang untuk mengajukan program baru.

Syafruddin: Banggar Akan Coret Program Baru, Termasuk Jalan Usulan Bappeda
tribunkaltim.co/budhi hartono
Syafruddin (Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, Syafruddin, menegaskan bakal mencoret usulan program baru di APBD Perubahan 2017 mendatang.

Termasuk usulan program sarana dan prasarana jalan di Jalan Wahab syaharanie Gang 1 Blok B dan Jalan Kadrie Oening RT 17 Kelurahan Air Hitam, Samarinda.

Dua usulan itu diajukan sebesar Rp 1.350.000.000.

"Kita ini (pemerintahan) selalu bilang, kekurangan anggaran, defisit, kenapa ada program baru. Pokoknya Banggar akan mencoret semua usulan baru," tegas Syafruddin, terkait usulan dua program sarana dan prasaranan jalan yang diajukan Pemprov Kaltim, Minggu (18/6/2017).

Menurut dia, Banggar DPRD Kaltim merasa kecolongan dengan munculnya program baru seperti bantuan program untuk Kabupaten PPU dan pengadaan mobil dinas ketua dewan.

"Kami tidak mau lagi kecolongan di tahun anggaran perubahan 2016. Yaitu program di PPU senilai Rp 20 miliar‎ dan anggaran mobil baru ketua DPRD Kaltim," tutur Syafruddin.

Dengan kondisi keuangan seperti ini, ia menegaskan, tidak akan memberikan ruang untuk mengajukan program baru.

"Termasuk jalan itu, jalan yang diusulkan Pak Zairin (Kepala Bappeda Kaltim) di Jalan Wahab Syaharanie. Itu di dokumen kemarin ada dua usulan jalan," beber Ketua DPW PKB Kaltim itu.

Sebelumnya, Ketua Bappeda Kaltim, Zairin Zein sudah menyatakan dan menjelaskan usulan anggaran sarana dan prasarana.

Sebagai pejabat pemerintahan, justru ia memertanyakan balik urgensi penganggaran biaya pembangunan pintu gerbang desa, yang merupakan dana aspirasi DPRD.

"Perbaikan di Kadrie Oening sama AW Syahranie itukan kecil saja. Ya sama saja jika kita balik menanyakan pembangunan pintu gerbang desa. Untuk apa itu? Hampir tiap desa dikasih 200 untuk pintu gerbang. Lebih baik untuk hal yang lebih produktif, contohnya bantuan bibit untuk desa dan semacamnya," ucap Zairin, Kamis (15/6) lalu. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help