TribunKaltim/

Astaga. . . Masih di Bawah Umur, Anak Ini jadi Otak Pembunuhan di Muara Ancalong

Dalam reka ulang tersebut, diketahui Be, tersangka yang masih di bawah umur merupakan inisiator peristiwa berdarah tersebut.

Astaga. . . Masih di Bawah Umur, Anak Ini jadi Otak Pembunuhan di Muara Ancalong
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Reka ulang kasus pembunuhan di Desa Senyiur yang menewaskan Vicky dengan 23 tusukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Penyidikan kasus pembunuhan Vicky warga Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur, yang terjadi pekan lalu, sudah memasuki tahap pemberkasan.

Untuk melengkapi berkas perkara yang akan segera dilimpahkan ke Kejari Sangatta, Senin (19/6/2017) siang, penyidik Polres Kutim menggelar reka ulang kasus tersebut.

Reka ulang dilakukan di halaman Polres Kutim dan menghadirkan lima tersangka yang kesemuanya tak lain rekan korban dan warga setempat juga.

Kelimanya adalah, Be, Ju, Wi, Je dan Er. Semuanya adalah warga Desa Senyiur dan tidak tamat SD.

Dalam reka ulang tersebut, diketahui Be, tersangka yang masih di bawah umur merupakan inisiator peristiwa berdarah tersebut.

"Ia juga yang menjemput korban dari rumahnya dan membawa ke rumah Ju. Di rumah Ju, keduanya sempat disuruh membeli obat batuk dan minuman berenergi (koteng). Mereka minum di rumah Ju, sebelum akhirnya dibawa ke lokasi kejadian di Km 6 untuk dihabisi," kata Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasatreskrim AKP Andika Dharma Sena.

Saat ditanya alasan Be mengeluarkan ide menghajar korban, ia menjawab karena dendam.

Tak hanya dia, teman-teman lainnya pun merasa kesal pada korban karena pernah ribut.

"Saya pernah dipukul sama korban gara-gara perempuan. Di situ saya kesal dan ajak teman lain untuk kasih pelajaran ke korban. Tadinya mau pukul saja, ternyata malah meninggal," ungkap Be.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help