TribunKaltim/

Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Bupati Yusran Ingin Pemkab PPU Diberi Hak Kelola 50 Persen untuk Ladang Migas Eks Chevron

Ia beralasan karena ladang Migas tersebut sudah 40 tahun dikelola sementara setelah diserahkan nanti jelas produksinya juga akan menurun.

Bupati Yusran Ingin Pemkab PPU Diberi Hak Kelola 50 Persen untuk Ladang Migas Eks Chevron
HO/Humas Pemkab PPU
Bupati Yusran Aspar saat menerima cenderamata dari panitia Seminar Daerah tentang Manajemen Shareholder dalam Participating Interest 10 persen (PI 10) untuk pengelolaan empat ladang blok Migas eks PT Chevron Indonesia Company. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar menjelaskan, pemerintah daerah menolak kebijakan pemerintah pusat yang hanya akan memberikan Participating Interest 10 persen (PI 10) untuk pengelolaan empat ladang blok Migas eks PT Chevron Indonesia Company.

Ia beralasan karena ladang Migas tersebut sudah 40 tahun dikelola sementara setelah diserahkan nanti jelas produksinya juga akan menurun.

Hal ini disampaikan Yusran saat menjadi narasumber di Seminar Pembangunan Daerah, Manajemen Shareholder dalam Participating Interest Blok Mahakam Terhadap Kebijakan Fiscal Daerah, yang digelar Indonesia Community For Energi Research ( ICER ), di Gedung Aula Lantai IV Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul).

Hadir dalam acara ini, Ir.H.Ichwansyah,MM (Ketua Satgas PI Blok Mahakam) Sekertaris Daerah Kabupaten Kukar Marli dan Haerul Anwar sebagai Akademisi Falkultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul Samarinda.

“Saya lebih memikirkan anak cucu kami apa nanti yang mereka dapatkan kalau sudah habis kandungan ladang Migas tersebut. Saya sangat berharap sekali kalau bisa pemerintah pusat memberikan lebih 20,30,40 atau kalau perlu sampai 50 persen. Contoh sudah ada di Kabupaten Siak yang mendapatkan bagian persen dan ini merupakan peluang. Bahkan dalam waktu dekat kami juga akan membicarakan hal ini dengan Pertamina,” jelasnya.

Yusran menegaskan, bila nanti keinginan Pemkab PPU ini bisa diwujudkan dalam pengelolaan ladang Migas eks Chevron maka akan memajukan pembangunan di PPU, sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, dengan kondisi wilayah PPU yang cukup luas sehingga pembangunan jalan yang lebih difokuskan dengan tujuan untuk memudahkan akses masyarakat namun butuh anggaran yang cukup besar.

“Dengan kondisi seperti saat ini kami harus pandai mengatur keuangan daerah, dan peruntukannya harus benar-benar yang dibutuhkan masyarakat banyak seperti jalan,” katanya.

Saat memberikan pemaparan, Yusran banyak mendapat aplaus dari para peserta seminar. (advertorial/humas04)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help