TribunKaltim/

Mie Samyang Ditarik dari Peredaran, Bagaimana di Kaltim ?

Rencananya, dalam beberapa hari ke depan, pengecekan terus akan dilakukan, menyasar ke beberapa kabupaten/kota lainnya.

Mie Samyang Ditarik dari Peredaran, Bagaimana di Kaltim ?
Mie Samyang Korea 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Adanya instruksi langsung dari Balai POM Pusat terkait penarikan produk mie asal Korea, yakni Mie Samyang, membuat Balai Besar POM Samarinda menggelar inspeksi ke beberapa distributor serta retail besar akan keberadaan mie tersebut.

Hingga Senin (19/6/2017), belum diketemukan produk demikian yang tersebar di Kaltim.

“Setelah ada edaran dari BPOM Pusat, kami pun lakukan inspeksi hingga terakhir pada hari Minggu kemarin. Ada 18 sarana (distributor dan retail), yang telah kami cek, dan sampai saat ini belum diketemukan produk Mie Samyang,” ujar Kepala Balai Besar POM Samarinda, Fanani Mahmud, Senin (19/6).

Rencananya, dalam beberapa hari ke depan, pengecekan terus akan dilakukan, menyasar ke beberapa kabupaten/kota lainnya.

“Hari ini juga sudah turun inspeksi. Besok (Selasa), akan turun kembali, kemungkinan di Samarinda dan Balikpapan. Pengecekan didahulukan untuk distributor dan retail besar yang ada di kabupaten/
kota,” katanya.

Sebagai informasi, ada empat produl Mie Samyang yang terindikasi mengandung fragmen DNA babi, yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

“Samyang ini kan diarik peredarannya, karena mie tersebut mengandung fragmen DNA babi. Sebenarnya, jika mengandung babi, masih diperbolehkan beredar. Asalkan, ada pencatuman di produk terkait mengandung babi. Jika demikian, boleh. Nah, untuk Samyang ini, infonya tak mengandung babi, tetapi setelah diuji, Mie Samyang ternyata mengandung babi, makanya ditarik,” katanya.

Sampai kapan BPOM Samarinda akan melakukan inspeksi, Fanani menyebut tergantung kondisi.

“Tergantung beberapa sarana yang sudah kami cek. Jika dirasa distributor dan retail besar sudah selesai, dicek, maka itu bisa saja cukup. Kan polanya, distributor dan retail besar yang menyuplai ke
toko-toko kecil. Selain itu, prediksinya Mie Samyang ini pangsa pasarnya adalah ekonomi menengah ke atas, sehingga prediksinya untuk warung-warung kecil, itu kecil kemungkinannya untuk beredar,” ujar
Fanani.

Apakah ada pola jika penyebaran Mie Samyang, juga menyasar ke beberapa daerah perbatasan Malaysia, seperti Malinau, atau Nunukan, dikatakan Fanani, tidaklah demikian.

“Oh tidak, Kalau Mie Samyang ini, beredarnya hanya di kota-kota besar. Ini mengacu pada harganya yang lebih mahal daripada produk Mie lainnya. Untuk memastikan hal itu, kami juga akan turunkan inspeksi di Tarakan serta Kabupaten lainnya di Kaltara,” ujarnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help