TribunKaltim/

Optimalisasikan Manajemen Zakat dengan Peningkatan SDM

“Selain itu nanti setelah kegiatan ini dapat terbentuk UPZ-UPZ baik di masjid atau musholla dan instansi pemerintah,” katanya berharap.

Optimalisasikan Manajemen Zakat dengan Peningkatan SDM
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Kepala Kantor Kemenag Nunukan HM Shaberah, Senin (19/6/2017) memberikan pembinaan pada Pelatihan Peningkatan SDM UPZ di Kecamatan Sebuku 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan berupaya mengoptimalisasikan pengumpulan maupun penyaluran zakat di Kabupaten Nunukan dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia Unit Pengumpul Zakat.

Pelatihan yang melibatkan 30 petugas UPZ di pedalaman dari Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Tulin Unsoi dan Kecamatan Sembakung Atulai ini menghadirkan tiga narasumber.

Kegiatan yang berlangsung 18- 19 Juni 2017 ini menghadirkan narasumber dua orang unsur pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Nunukan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, HM Shaberah.

Camat Sebuku Muhammad Ramli mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan tepat dilaksanakan agar para petugas unit pengumpul zakat lebih mengetahui mekanisme pengelolaan dan pemberdayaan dana zakat.

“Baik yang ada di masjid atau musholla dan instansi pemerintah,” ujarnya.

Artinya, kata dia, kegiatan ini sangat bermanfaat karena akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan para petugas pengumpul zakat dalam mengelola dan menyalurkan hasil pengumpulan zakat. Sehingga menjadi lebih baik dan lebih oprtimal.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, optimal, bermanfaat dalam rangka terciptanya kualitas SDM atau para amil atau UPZ yang lebih baik,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan.

Dengan begitu, kata dia, tujuan untuk pembinaan dan menambah wawasan dalam tata cara pengelolaan, penghitungan, serta pendayagunaan zakat menjadi tepat guna dan tepat sasaran.

“Selain itu nanti setelah kegiatan ini dapat terbentuk UPZ-UPZ baik di masjid atau musholla dan instansi pemerintah,” katanya berharap.

Seperti diberitakan, kadar zakat fitrah untuk masyarakat Kabupaten Nunukan pada tahun ini sebesar 2,5 kilogram beras atau jika dinilai dengan uang terbagi menjadi tiga kategori.

Kategori pertama, tingkat harga beras tertinggi senilai Rp 35.000 perjiwa, kategori kedua, tingkat harga beras menengah senilai Rp 30.000 perjiwa.

Sedangkan kategori ketiga, tingkat harga besar terendah senilai Rp 25.000 perjiwa. Sedangkan untuk fidiyah ditetapkan senilai Rp 30.000 perjiwa perhari. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help