TribunKaltim/

Kerahkan Pesawat Intai, Sukhoi, hingga Kapal Selam TNI All Out Cegat Teroris ISIS dari Marawi

Perkembangan teroris di Marawi harus diwaspadai. Dari 500-600 teroris di Marawi, 257 orang telah terbunuh, sisanya menyusup ke luar bersama pengungsi

Kerahkan Pesawat Intai, Sukhoi, hingga Kapal Selam TNI All Out Cegat Teroris ISIS dari Marawi
ANTARA
Pasukan TNI mengerahkan sejumlah kapal perangnya di wilayah perairan Tarakan terkait peresmian Maritime Command Center (MCC) di Makolantamal XIII Tarakan, Senin (19/6/2017). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohammed Noor dan Chief of Staff Armed Forces of the Philippines General Eduardo M Ano AFP. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN -Tiga Panglima Angkatan Bersenjata dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina meresmikan Maritime Command Center (MCC) di Makolantamal XIII Tarakan, Senin (19/6). Tiga MCC berada di Tarakan (Indonesia), Tawau (Malaysia) dan Bongao (Filipina).

Peresmian ditandai penandatangan prasasti bersama yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohammed Noor dan Chief of Staff Armed Forces of the Philippines General Eduardo M Ano AFP.

Tiga Panglima didampingi Menteri Pertahanan dari Indonesia Ryamizard Ryacudu, Menhan Malaysia Dato Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menhan Philipina Delvin N Lorenzana. Disaksikan pula, Dr Maliki Bin Osmam (Menhan Singapura), Dato Seri Abdul Aziz bin Haji Moh Tamit (Wahmen Brunei Darussalam).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada media mengungkapkan, peresmian MCC tiga negara merupakan tindaklanjut pertemuan antara Menteri Luar Negeri dan Panglima Angkatan Bersenjata dari tiga negara pada 25 Mei 2016 di Yogyakarta menyikapi kasus penculikan yang terjadi di perairan Sulu Filipina. Pertemuan lanjutan digelar pada 2 Agustus 2016 di Bali.

"Dari sinilah akhirnya disepakati dibentuk MCC di tiga negara. Di sini terbentuk segitiga dan kita membuat jalur utara ke selatan, sehingga memudahkan pemantauan -kapal yang lewat perairan internasional dengan adanya transmission yang bisa terdeteksi," jelasnya.

Gatot mengatakan, pengawalan kapal yang melewati perairan di tiga negara ini tidak dilakukan pengawalan merapat, melainkan kapal-kapal yang berlayar diberikan rute-rute yang harus dilalui. Di rute-rute inilah dilakukan pengawasan.

Saat ditanya apakah dengan terbentuknya MCC ini, pasukan TNI yang sedang berpatroli di perairan dapat masuk wilayah perairan Malaysia dan Filipina? "Patroli ini untuk kemanusiaan dan keselamatan.

Misalnya saat pasukan TNI kita melakukan patroli di perairan dan melihat ada bantuan SOS di perairan laut Filipina dan jaraknya lebih dekat dengan Indonesia, kita bisa bekerjasama dengan melaporkan melalui MCC ini. Sehingga kita tetap melakukan pengejaran dengan tetap terus melaporkan," ungkapnya.

Menurut Gatot, untuk pengamanan di perairan, pihaknya telah melakukan penebalan pasukan di pulau-pulau yang ada di beberapa provinsi Indonesia, yang tentunya berdekatan dengan Malaysia dan Filipina. Seperti Pulau Bunyu, Marore, Marotai, dan Biangas. Di pulau tersebut dijaga pasukan anggota TNI dan polri.

Halaman
123
Penulis: Junisah
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help