TribunKaltim/

Pengamat Pendidikan: Jam Kerja PNS Belum Bisa Diadopsi Menjadi Jam Belajar

Sementara, penerapan jam sekolah, kata Nanang, berpedoman pada UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Pengamat Pendidikan: Jam Kerja PNS Belum Bisa Diadopsi Menjadi Jam Belajar
TRIBUNKALTIM.CO/RAFAN DWINANTO
Pengamat Pendidikan Kaltim, Nanang Rijono 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembatalan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), yang mengatur lima hari belajar di sekolah, oleh Presiden Joko Widodo, dinilai tepat.

Pengamat Pendidikan Kaltim, Nanang Rijono, mengingatkan agar Permendikbud yang telah dibatalkan Presiden tersebut, tak diubah menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

Nanang berpendapat, Permendikbud yang mengatur lima hari sekolah dalam sepekan, mengambil dasar UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU tersebut, ASN bekerja lima hari dalam sepekan dengan jam kerja per hari sebanyak 8 jam.

"Artinya, PNS bekerja 40 jam dalam sepekan," kata Nanang, Selasa (20/6/2017).

Sementara, penerapan jam sekolah, kata Nanang, berpedoman pada UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dan kurikulum. Dalam UU Sisdiknas, diatur mengenai jam belajar siswa di sekolah.

"Satu jam pelajaran di sekolah, itu tidak persis 60 menit. Tapi berkisar 40 menit. Artinya, 8 jam belajar berbeda dengan 8 jam bekerja PNS. Nah, dalam selisih waktu ini siswa ngapain dong di sekolah," kata Nanang.

Lagi pula, menurut Nanang, banyak yang harus dipersiapkan agar 8 jam di sekolah bisa benar-benar bermanfaat untuk siswa. Diantaranya, penyiapan sarana dan prasana sekolah. 

"Permendikbud memerintahkan 8 jam sekolah ini mulai diterapkan di tahun ajaran baru 2017. Sementara, pemerintah belum menganggarkan untuk itu," ungkap Nanang.

Tidak hanya itu, agar program belajar 8 jam di sekolah berjalan efektif, menurut Nanang, perlu dilakukan perubahan kurikulum. Penyesuaian ini, katanya, tentu memerlukan biaya yang tak sedikit.

"Kurikulumnya harus diubah jika jam belajarnya mau diikutkan jam kerja PNS. Apalagi tujuan dari penambahan jam belajar ini untuk memerkuat karakter, tentu banyak yang harus disesuaikan," tegasnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help