TribunKaltim/

Pihak YPAIT Cabut Gugatan Konflik SDIT Istiqomah segera Berakhir

Setelah Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Terpadu mencabut gugatan kepada Dinas Pendidikan Kota Balikpapan tinggal menunggu penetapan PT TUN Jakarta.

Pihak YPAIT Cabut Gugatan Konflik SDIT Istiqomah segera Berakhir
IST
Gedung Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Istiqomah di Jl Syarifuddin Yoes, Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Terpadu mencabut gugatan kepada Dinas Pendidikan Kota Balikpapan tinggal menunggu penetapan PT TUN Jakarta. Gugatan upaya banding, YPAIT sejak gugatan ditolak PTUN Samarinda, Rabu 22 Maret 2017, langsung mengajukan banding.

Perkara gugatan nomor : 32/G/PTUN/2016 terkait administrasi Surat Izin Operasional Sekolah (SIOS) yang dilayangkan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, tentang surat perpanjangan operasional Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Terpadu yang bertanggungjawab kepanjangan sekolah swasta SDIT Istiqomah Balikpapan.

Keduanya sepakat kerjasama, YPAIT akan meningkatkan mutu sekolah dan memberikan dampak positif bagi peserta didik dan mengharumkan nama Pemkot Balikpapan.

Pengamatan Tribun di PTUN Samarinda, sebelum merelisasikan kesepakatan menyelesaikan gugatan kedua belah pihak mendatangi panitera untuk mencabut gugatan tahap banding.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Balikpapan Daud Pirade terlihat keluar masuk ruang bagian umum PTUN Samarinda. Tujuannya, melaporkan bersama untuk mencabut gugatan dan menyelesaikan perkara tersebut.

Keduanya sempat menunggu Ketua PTUN Samarinda untuk mengetahui langsung proses penyelesaian gugatan tersebut.

"Itu dilaporkan dulu ke Ketua PTUN. Setelah dari Ketua, dikembalikan ke bagian umum dan selanjutnya ke ketua panitera," jelas DR Abdul Rais SH, kuasa hukum YPAIT, usai mencabut dan menyelesaikan gugatan di PTUN Samarinda, Jalan Bung Tomo, Selasa (20/6/2017).

Proses penyelesaian dikuasakan Abdul Rais dan Daud difasilitasi ke ruang panitera PTUN Samarinda. Daud didampingi Saru Jaka. Setelah menyampaikan maksudnya untuk menyelesaikan gugatan, Daud pamit dan kembali ke Balikpapan.

"Karena ada sesuatu lain hal, dia kembali ke Balikpapan dan mempercayakan proses ini ke Pak Saru Jaka, perwakilan dari Diknas Balikpapan. Setelah itu kita tindaklanjuti sesuai mekanisme administrasi pencabutan gugatan," jelas Rais.

Setelah proses administrasi keduanya lengkap dan menyatakan sepakat menyelesaikan gugatan, dikirim ke PT TUN Jakarta. "Karena berkas gugatan upaya banding sudah terdaftar di Jakarta. Dan tinggal menunggu penetapan dari PT TUN Jakarta," pungkasnya. (bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help