TribunKaltim/

Polisi Air Polda Kaltim Dilengkapi Senjata Lengkap Saat Patroli di Perairan Perbatasan

Selain wilayah Sulawesi Utara, ditengarai Kalimantan Utara menjadi tempat pelarian mereka.

Polisi Air Polda Kaltim Dilengkapi Senjata Lengkap Saat Patroli di Perairan Perbatasan
(AFP PHOTO)
Arus pengungsi di wilayah Marawi, Filipina Selatan, ketika pertama kali pecah konflik bersenjata antara pihak militer dan kelompok teroris Maute. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perairan perbatasan Indonesia yang masuk dalam wilayah Kalimantan Utara dijaga ketat oleh TNI dan Polri. Hal tersebut tak terlepas dari munculnya ketegangan antara Militer Filipina dan kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS di Marawi.

Ratusan Prajurit TNI dan personel sudah beberapa minggu belakangan ini mewaspadai masuknya pelarian kelompok Maute yang dikabarkan mulai terdesak oleh tekanan militer Filipina.

Selain wilayah Sulawesi Utara, ditengarai Kalimantan Utara menjadi tempat pelarian mereka.

Direktur Kepolisian Air dan Udara Polda Kaltim Kombes Pol Omad melalui Paur Subbag Anev AKP Bachtiar mengungkapkan pihaknya juga menurunkan sekitar 30 personel yang berkolaborasi dengan unit Sabhara, Reserse, Intel dan Brimob menjaga Harkamtibmas di wilayah perbatasan.

"Salah satunya mengantisipasi masuknya kelompok militan Filipina itu," katanya.

Pihaknya juga meningkatkan pengawasan perairan di perbatasan melalui patroli laut, dengan menurunkan 3 special boat unit demi memantau kondisi perairan, khususnya di perairan Sebatik.

"Patroli dilaksanakan pada waktu rawan, berdasarkan informasi dari intelijen. Mau malam, pagi atau siang tergantung informasi dari intelijen," ungkapnya.

Para personel Polri yang melakukan patroli air tersebut juga dilengkapi persenjataan tubuh lengkap. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan apabila ada serangan mendadak dari pihak manapun. "Tentu personel dilengkapi persenjataan lengkap," bebernya.

Pihaknya menyatakan kondisi terkahir di perairan perbatasan yang dekat dengan wikayah negara tetangga, Filipina dalam pantauan kondusif.

Belum ada laporan pergerakan dari kelompok militanMaute yang digadang masuk ke Indonesia.

"Saat ini masih terpantau kondusif, belum ada laporan menonjol masuknya teroris asal Filipina," tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help