TribunKaltim/

Soal Tudingan Rokhmin Dahuri, Menteri Susi Bantah Berbohong

Tentunya saya cuma ingin mengkonfirmasi bahwa saya selama bekerja di KKP ini tidak pernah membuat statement publik yang datanya itu mengada-ada

Soal Tudingan Rokhmin Dahuri, Menteri Susi Bantah Berbohong
KOMPAS IMAGES
Susi Pudjiastuti 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membantah memberikan data yang tidak benar tentang perikanan Indonesia kepada publik.

Hal tersebut, dinyatakannya untuk menanggapi pernyataan pengamat perikanan Rokhmin Dahuri yang menuduh Menteri Susi telah melakukan kebohongan publik terkait data perikanan Indonesia.

"Tentunya saya cuma ingin mengkonfirmasi bahwa saya selama bekerja di KKP ini tidak pernah membuat statement publik yang datanya itu mengada-ada atau bohong.

Apalagi, sebagai pejabat publik melakukan kebohongan, masyarakat bisa melakukan class action," ujar Susi dalam konferensi di Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Susi menuturkan, Kementeriannya dipastikan selalu memperbaharui data-data tentang perikanan Indonesia.

Pemilik maskapai Susi Air ini, pun meminta kepada siapapun untuk menuntut dirinya jika data yang dikatakanya salah.

Baca: Menteri Susi Kebingungan, Menteri Luhut Sebut Ikan tak Memiliki Agama dan Kebangsaan

Baca: Menteri Susi Ngomong Begini Soal Fotonya yang Lagi Tidur di Bandara jadi Viral

"Kita sebagai pemerintah mencoba untuk terus memperbaiki dunia perikanan dan kelautan. Tidak ada Kementerian Kelautan apalagi saya sebagai menteri membuat statement-statement data ke publik yang bohong.

Untuk apa? Untuk terkenal? Memang terkenal dibayar?" imbuh dia.

"Jadi, kalau ada pernyataan Profesor Rokhmin Dahuri, bilang saya ini bohong publik, tidak benar sekali. Tuntut saja.

Pak Rokhmin bisa mengajukan tuntutan sebagai masyarakat karena pejabatnya melakukan pembohongan publik," lanjut dia. (Kompas.xom/Achmad Fauzi)

Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul: Menteri Susi: Saya Tidak Pernah Buat Pernyataan Bohong

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help