TribunKaltim/

Parenting

Kenali Tanda-tanda Ini, Apakah Anak Anda Jadi Pelaku Bully?

Anak yang menjadi pelaku "bully" adalah mimpi buruk para orangtua, karena kita khawatir anak kita yang manis itu akan menjadi korban celaan.

Kenali Tanda-tanda Ini, Apakah Anak Anda Jadi Pelaku Bully?
GOODHOUSEKEEPING.COM
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Selalu ada anak yang suka menindas teman-temannya, entah itu di sekolah, tim basket, band, atau teman di lingkungan rumah.

Anak yang menjadi korban "bully" adalah mimpi buruk para orangtua, karena kita khawatir anak kita yang manis itu akan menjadi korban celaan atau perilaku kekerasan.

Namun, bagaimana jika situasinya terbalik, anak kita justru menjadi pelakunya?

Simak tanda-tanda yang bisa mendeteksi apakah anak kita kelak akan tumbuh menjadi pelaku bully:

Baca: Dibully Karena Panjangkan Rambut, Alasan Kakak Beradik Ini Bikin Terharu

- Sangat "bossy"
Anak-anak memang sering menjadi bos di rumahnya, tapi ada batasan apakah itu memang bagian dari sifat anak-anak atau sudah berlebihan. Jika ia selalu menghendaki kemauannya dituruti, bukan tidak mungkin ia juga akan menerapkan sikap yang sama pada teman-temannya.

- Suka berkelompok
Apakah si kecil selalu membuat kelompok? Anak yang "jago main games", anak yang memiliki "sepeda roda dua", dan sebagainya? Jika iya, mungkin ia memang senang berkelompok dan memisahkan anak lain masuk dalam kelompoknya.

- Senang mengancam
Pernahkah Anda mendengar anak Anda mengancam salah satu temannya? Anak mungkin belum mengerti apakah perilakunya salah atau benar, tetapi beritahu anak bahwa perbuatan itu tidak benar. Arahkan anak untuk lebih berempati pada orang lain.

- Suka menyimpan rahasia
Anak perempuan memang senang menceritakan atau menyimpan rahasia. Tetapi, jika ia tak mau bercerita pada Anda, kemungkinan besar ia juga melakukannya dengan teman lainnya.

- Meremehkan
Bila anak Anda sering berkata kasar atau bersikap kurang sopan pada anak lain, lalu buru-buru mengatakan "Aku hanya bercanda', mungkin ia memang sengaja melakukan tekanan pada temannya itu.

Jelaskan pada anak bahwa meski ia sudah mengatakan "hanya bercanda", bukan berarti perbuatannya bersikap kasar itu benar.

- Agresif
Sebagian anak memang sedikit lebih suka menggunakan fisik, tetapi waspadai jika ia secara fisik lebih agresif dibanding anak lain. Kebiasaan memukul, menggencet, atau tindakan fisik lainnya pada anak lain tidak dibenarkan.

- Kurang kasih sayang
Pelaku bullying biasanya adalah anak-anak yang insecure karena kurang perhatian dan kasih sayang.

Pastikan ia merasa cukup kasih sayang, misalnya dengan memberi pujian pada anak setiap kali ia melakukan perbuatan baik dan ungkapkan perasaan cinta Anda pada mereka. (Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help