TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Tak Ada Uang, Pilgub Kaltim Terancam Dana Sokongan

Nasib pelaksanaan Pilgub Kaltim hingga Selasa (4/7/2017) masih berkutat akan persoalan dana pelaksanaan yang belum memadai.

Tak Ada Uang, Pilgub Kaltim Terancam Dana Sokongan
Ilustrasi - Pencoblosan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Nasib pelaksanaan Pilgub Kaltim hingga Selasa (4/7/2017) masih berkutat akan persoalan dana pelaksanaan yang belum memadai.

KPU Kaltim mengajukan angka minimal Rp 356 miliar. Pemprov Kaltim sesuai dengan rapat terakhir dengan KPU, hanya bisa menyanggupi Rp 250 miliar, dengan pertimbangan kondisi perekonomian
Kaltim saat saat ini sedang drop.

Solusinya, Pemprov melalui Tim Anggaran Pembelanjaan Daerah (TAPD), mengajak KPU dan Bawaslu Kaltim untuk bersama-sama menghadap ke Kemendagri, meminta bantuan dana kekurangan tersebut.

“Saat ini proses administrasi kami lakukan dahulu. Kami minta ketegasan KPU dan seluruh pelaksana termasuk Bawaslu. Ketegasan itu,  dalam bentuk tertulis yang nantinya diserahkan ke pusat (Kemendagri),” ujar Rusmadi, Sekda Kaltim sekaligus Kepala TAPD Kaltim.

Baca: Segini Harga Kursi Partai di Pilgub Kaltim Menurut Andi Harun

Sebagai informasi, dalam hasil rapat terakhir Ramadhan lalu, Pemprov mengajak KPU untuk bisa menandatangani Naskah Penerimaan Hibah Daerah (NPHD), yang menjadi sumber pembiayaan pelaksanaan Pilkada.

NPHD ini belum ditandatangani KPU Kaltim karena sumber dana yang dipastikan Pemprov, hanyalah Rp 250 miliar, tidak sama seperti angka minimal yang diminta, yakni Rp 356 miliar.

Akibat tak ditandatanganinya NPHD tersebut, Pemprov kemudian meminta KPU membuat pernyataan tertulis, jika KPU tak bisa melaksanakan Pilkada dengan dana RP 250 miliar.

Pernyataan tertulis ini yang nanti digunakan sebagai dasar meminta bantuan kepada pusat (Kemendagri).

Baca: Segini Harga Kursi Partai di Pilgub Kaltim Menurut Andi Harun

Halaman
12
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help