Di Perusahaan Sawit PT BSI Ditemukan Banyak Kasus Gizi Buruk

Angka penderita gizi buruk di Kabupaten Nunukan meningkat pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Perusahaan Sawit PT BSI Ditemukan Banyak Kasus Gizi Buruk
Ilustrasi - Balita korban gizi buruk 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Angka penderita gizi buruk di Kabupaten Nunukan meningkat pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2016 tercatat 8 kasus penderita gizi buruk yang ditemukan, tahun ini hingga Juli telah ditemukan 13 kasus.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah mengatakan, kasus-kasus gizi buruk pada tahun ini ditemukan di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Siemanggaris Indah (BSI).

"Mulai 2016 tidak ada membaiknya itu kesehatan balita penderita gizi buruk di BSI. Malah semakin naik jumlah penderia gizi buruk. Kami memberikan peringatan kepada perusahaan,” ujarnya, Kamis (6/7/2017).

Dia menyebutkan, meningkatnya gizi buruk ini disebabkan karena rendahnya kepedulian orangtua.

“Mereka terlalu sibuk bekerja sebagai buruh sawit. Mereka mementingkan mencari uang ketimbang tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Disisi lainnya, pihak perusahaan juga mengabaikan kasus tersebut dengan tidak memberikan dispensasi libur kepada karyawan yang anaknya menderita gizi buruk.

“Perusahaan sengaja tidak melirik persoalan gizi buruk di lingkungan perusahaan yang sebenarnya penderitanya bukan penduduk lokal tetapi dari pulau lain yang masuk ke BSI sebagai buruh perkebunan,” ujarnya yang menyebutkan, ditemukannya kasus tersebut tentu akan berimbas kepada Pemkab Nunukan.

Lokasi puskesmas pembantu yang jauh dari perusahaan juga menjadi alasan bagi orangtua untuk tidak melakukan pemeriksaan rutin terhadp anaknya.

Sedangkan faktor lainnya, kondisi lingkungan pekerja yang kumuh semakin memperlambat perkembangan kesehatan anak.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help