TribunKaltim/

Breaking News

BREAKING NEWS - Hujan Deras, 14 Rumah Terancam Longsor, Bangunan Retak Warga Pilih Bertahan

Seperti yang dialami warga yang tinggal di daerah perbukitan, ancaman pergeseran tanah hingga longsor menghantui mereka saat hujan turun.

BREAKING NEWS - Hujan Deras, 14 Rumah Terancam Longsor, Bangunan Retak Warga Pilih Bertahan
HO - BPBD Balikpapan
Salah satu bagian belakang rumah warga yang ambruk lantaran terjadinya pergeseran tanah di lingkungan mereka. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jumat (7/7/2017) hujan mengguyur Kota Balikpapan. Sebagian warga menjadi resah.

Seperti yang dialami warga yang tinggal di daerah perbukitan, ancaman pergeseran tanah hingga longsor menghantui mereka saat hujan turun.

Tengok saja warga yang tinggal di Jalan Padat Karya Kilometer 2 ,RT 01 dan RT 02, Muara Rapak Balikpapan Utara.

Sebanyak 14 rumah dari 2 RT tersebut mengalami pergeseran tanah, bahkan kondisi tembok mereka sebagian besar mengalami retak.

Baca: BREAKING NEWS - Usai Berbuka Puasa, Material Longsor Kembali Timpa Rumah Warga

Baca: Syafruddin: Dari 53 Titik Longsor, Dinas PU Siap Perbaiki Tujuh Titik Sebelum Idul Fitri

"Ada 25 KK yang terdiri dari 80 Jiwa yang tempat tinggalnya mengalami retak akibat pergeseran tanah," kata Kepala BPBD Balikpapan, Suseno, Jumat (7/7/2017).

Pihaknya menerima laporan sejak Kamis (6/7/2017) malam. Tim BPBD dan Tagana langsung melakukan peninjauan ke lokasi tersebut tepatnya di Gang Putingan dan Budi Rahayu.

Dari peninjauan tersebut diperoleh, rumah di RT 02 Nomor 129 bagian belakang rumah sudah hancur 100 persen, sedangkan bagian depan mengalami retak-retak dindingnya tapi masih ditinggali.

Begitupun dengan rumah lainnya yang retak, warga masih kukuh bertahan kendati musibah bisa datang tiba-tiba.

Bangunan rumah warga yang retak
Bangunan rumah warga yang retak (BPBD Balikpapan)

"Tim peninjau sudah memberikan imbauan kepada warga, apabila hujan deras dan terjadi longsor susulan agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan segera melapor ke pihak BPBD," ungkapnya.

Dari penuturan warga sekitar mereka mengeluhkan, apabila hujan deras air dari kuburan menyebar ke parit besar di kedua RT tersebut. Terlebih, parit dalam keadaan tidak dicor alias tanpa gorong-gorong.

"Sudah pernah dilakukan usulan dan pernah diukur pihak kelurahan, juga peninjauan langsung pihak anggota dewan perihal parit tersebut tapi msh tidak ada tindakan selanjutnya," ujarnya.

"DED perbaikan parit sudah ada mulai tahun 2012, tapi sampai skarang belum pernah terealisasi," sambungnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help