TribunKaltim/

Pilgub Kaltim 2018

Menang Arbitrase Melawan Churchill Mining, Isran Noor Sebut Dirinya Sudah Populer di Google

Ia menjelaskan, sejak memenangkan gugatan Churchill Mining, namanya telah tercatat dalam sejarah dan populer di Google.

Menang Arbitrase Melawan Churchill Mining, Isran Noor Sebut Dirinya Sudah Populer di Google
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Kandidat Calon Gubernur Kaltim, Isran Noor (mengenakan kopiah berkemeja putih) resmi mendaftar ke DPD Partai Hanura Kaltim, di Jalan Cempedak, Samarinda, Senin (10/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - ‎Kandidat bakal calon gubernur Kaltim periode 2018-2023, Isran Noor membenarkan pernah mengumpulkan sekitar 200 ribu Kartu Tanda Pengenal (KTP).

Pengumpulan tersebut untuk mengetahui keinginan masyarakat terhadap dirinya yang dinilai layak sebagai bakal calon gubernur.

Pengumpulan KTP bukan untuk mencari popularitas. Karena Isran sudah populer sejak ia berhasil memenangkan gugatan Churchill Minning Plc di Badan Arbitrase Internasional di Washington DC, Amerika Serikat tahun 2012.

Hasil pengumpulan KTP tersebut tidak untuk modal dirinya maju di jalur perseorangan (independen) di pemilihan gubernur 2018 mendatang. ‎Mantan Bupati Kutai Timur lebih percaya kepada partai politik.

"Saya lebih percaya kepada partai politik. Kemarin mengumpulkan KTP untuk mengetahui apakah ada keinginan masyarakat yang menginginkan saya maju. Tapi saya tidak akan menggunakan jalur independen," tegas Isran, usai mengembalikan formulir pendaftaran ke Tim Pilkada Partai Hanura Kaltim, di Jalan Cempedak, Samarinda, Senin (10/7/2017).

Tetapi, lanjut dia, bukan hanya pertimbangan dukungan KTP saja. Ia juga sudah bertemu dengan komunitas ulama dan pastor yang meminta dirinya untuk maju di Pilgub.

"Itu jadi bahan pertimbangan buat saya juga," tambah Isran.

Ia menjelaskan, sejak memenangkan gugatan Churchill Mining, dengan gugatan 2 miliar US dollar, namanya telah tercatat dalam sejarah dan populer di Google.

"Menang kita 2 miliar dollar. Dan itu kita menangkan dari empat kali berpekara di ICSID, yang kelimanya kita menang. Itu disampaikan di sidang paripurna tahun 2012 dihadapan presiden dan menteri. Itu konteksnya, bukan cari populer. Karena kalau populer, saya sudah populer‎. Cek saja di Google," kata Isran. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help